Dai Parmusi Berdakwah di Daerah Perbatasan dan Pulau Terluar Indonesia

Jakarta, Obsessionnews – Sekitar 60 para pendakwah atau Dai dari Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) sudah bergerak sejak awal Ramadhan ini. Para dai tersebut masuk ke dalam gelombang pertama yang dikirim Parmusi ke sejumlah wilayah perbatasan, seperti Aceh Singkil dan Tapanuli Utara, Attambua dan Timor Leste, Temajuk Kalbar dan Serawak, serta pulau-pulau terluar di kawasan Kepulauan Riau. Menurut Sekretaris Lembaga Dakwah Parmusi, Taufik Hidayat, para dai akan bertugas membina umat Islam, terutama di bidang akidah dan akhlaqul karimah. (Baca: Benahi Akhlak Umat, Ketum Parmusi Lepas Dai ke Wilayah Perbatasan) “Sesuai arahan Parmusi saat workshop dakwah, para dai nantinya bertugas membina umat. Utamanya membina akidah dan akhlaqul karimah. Sepanjang Ramadhan ini, mereka juga menjadi guru ngaji dan imam sholat tarawih,” kata Taufik kepada Obsessionnews, Rabu (8/62016). Taufik menjelaskan, para dai akan menemuai tantangan berbeda saat bertugas. Mengingat setiap tempat pasti memiliki tradisi yang berbeda. “Seperti di Temajuk, misalnya, para dai harus berhadapan dengan umat yang belum mengerti Islam dengan baik. Di sana juga tempat lalu lintas penyelundupan narkoba dari negara luar, sehingga para dai harus memiliki strategi dakwah untuk menanggulangi permasalahn itu,” jelasnya. (Baca: Workshop Dakwah Parmusi Lahirkan Mujahid Fi Sabilillah) Untuk wilayah Temajuk, imbuh Taufik, para dai yang ditugaskan sebanyak lima orang dengan seorang pendamping. Mereka akan bertugas hingga selesai Ramadhan dan menjadi Imam serta Khatib saat Idul Fitri. Pada Ramadhan tahun ini, Parmusi mengirimkan puluhan dai. Tidak hanya di daerah perbatasan dan pulau-pulau terluar, melainkan juga di sejumnlah daerah yang membutuhkan dai seperti di SoE, NTT. Sebelum bertugas, para dai tersebut mengikuti Workshop Dakwah dan Pelatihan Dai yang dilaksanakan Parmusi, beberapa hari sebelum Ramadhan. Workshop Dakwah dan Pelatihan Dai ini merupakan program unggulan Parmusi untuk membina akidah dan akhlaqul karimah umat yang dirasakan semakin merosot. (Baca: Resmikan Workshop Dakwah Parmusi, Usamah Hisyam Instruksikan 7 Program) Menurut Ketua Umum PP Parmusi, Usamah Hisyam, program ini akan dilakukan secara reguler di seluruh tingkatan di setiap provinsi. “Target kami, setiap kecamatan mampu mencetak 5 dai. Misinya itu untuk menanamkan nilai-nilai akidah kepada warga yang memiliki KTP muslim dan membentuk akhlak mulia,” ujarnya saat melepas para Dai Parmusi, beberapa waktu lalu. (Baca: Jelang Ramadhan, Parmusi Lepas Dai ke Wilayah Perbatasan) Program tersebut, imbuh Usamah, akan berjalan hingga akhir 2017 dan dipimpin oleh orang-orang yang expert di bidang dakwah, seperti Ketua Lembaga Dakwah Parmusi, Ustadz Syuhada Bahri, dan wakilnya Ustadz Farid Okbah, serta Ketua Dewan Pakar Parmusi, Prof DR Laode Kamaluddin. “Program ini juga merupakan wujud pelaksanaan paradigma baru Parmusi sebagai connecting moslem berbasis dakwah, sosial, ekonomi, dan pendidikan,” pungkasnya. (Fath @imam_fath)





























