PT Len Alami Pertumbuhan Revenue Rp2,17 Triliun

Bandung, Obsessionnews - Urban transport menjadi prioritas PT. Len pada tahun 2016. Bahkan pada 2019 dengan makin terbukanya peluang, maka Len juga akan konsen di infrastruktur. Demikian disampaikan Direktur Utama, Abraham Mose didampingi Direktur Adi Sufiadi Yusuf, Direktur Teknologi & Manufaktur Darman Mappangara serta Direktur Adm & Keuangan Tri Andayani, Selasa (7/6/2016). Menurut Mose, PT len telah mempersiapkan investasi sangat jauh ke depan di bidang usaha lainnya. Khusus di bidang persinyalan, kelistrikan dan perkereta apian, Mose menilai kita selalu melihat perkembangan bisnis yang ada di luar. "Sehingga, Alhamdulillah 2015 mengalami pertumbuhan revenue Rp2,17 triliun, ini lebih besar dibanding tahun 2014 yang hanya Rp2,1 triliun," paparnya. Sementara itu Direktur Pemasaran Adi Sufiadi Yusuf menegaskan Len kini tumbuh dengan mengerjakan proyek dari APBN dan non APBN, meskipun proyek infra struktur masih lebih besar, namun demikian peluang terbaru adalah urban transport yang sejalan dengan Nawacita Presiden Jokowi, sehingga sangat mendukung karena memiliki kompetensi dibidang persinyalan, bahkan Len sudah ditunjuk sebagai pemenang kontrak . Komptensi Len dibidang persinyalan ini adalah bisnis baru untuk selalu melihat perkembangan pasar yang ada diluar. "Andalan len di bidang persinyalan, listrik dan komunikasi, selain dibangunnya lintas baru perkeretaapianan nasional, " katanya. Aada juga transfortasi perkotaaan dimana sinyal, listrik dan telekomunikasi sudah bekerja sama dengan pihak Angkasa Pura di Bandara Soekarno hatta, dalam hal ini len sebagai kontraktor utama. "Sistem yang akan dibangun juga untuk kota-kota besar di Indonesia, Len juga sedang mengikuti tender untuk urban transit di Bandung, dalam hal ini akan bekerjasama dengan WIKA," tegasnya. Sementara itu Direktur teknik Darman Mappangara mengatakan len masuk persinyalan sejak puluhan tahun yg lalu, inovasi yang dilakukan dengan ristek dan korsinasi yg baik. Salahsatu sistem monorel yg tanpa masinis, total tenaga ahli sudah bertaraf internasional,selain itu berinvestasi untui monorel karena pasar ini akan segera bangkit dan harus berinvestasi dari sekarang. "Banyak yangg mau masuk ke bisnis kereta api tapi kaget karena Len sudah berinvesasi puluhan tahun sebelumnya," tegasnya. PT. Len juga mengembangkan Len Teknopark di Subang denga luas 10 hektar. Direktur keuangan Tri Handayani mleihat proyek yang akan dikerjakan dalam perkeretaapian dialokasikan 10 persen sumber pendanaan, bank dan non bank. Len juga sdh kerjasama dengan Banglades ada juga di Malaysia. Diakhir jumpa pers sejumlah wartawan juga melepas burung merpati sambil mengisi peringatan hari lingkungan hidup di tengah guyuran hujan di kantor PT. Len Jalan Soekarni Hatta Bandung. (Dudy Supriyadi)





























