Penjual Petasan Selama Ramadhan Akan Ditindak

Semarang, Obsessionnews - Bulan puasa memang sering terlabeli oleh permainan petasan. Namun seringkali petasan memakan korban, tidak hanya anak kecil tapi juga remaja. Seringkali kecelakaan petasan akibat ketidak hati-hatian si pengguna. Guna menanggulangi adanya korban petasan, Kepolisian Resor Kota Besar Semarang (Polrestabes Semarang) akan menggelar operasi Ramandya selama sebulan penuh. "Jadi Ramandya ini operasi yang dulu kita sebut operasi Ketupat. Operasi Ramadhan dan Hari Raya," kata Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Burhanudin. Meski sebelumnya petasan juga masuk dalam operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) yang dilaksanakan pada 31 Mei sampai 6 Juni, Burhanudin mengaku belum menemukan penjual barang meledak tersebut. "Sampai sekarang belum didapati penjual petasan, adanya kembang api," kata dia di Mapolrestabes Semarang, Senin (6/6/2016). Pihaknya menegaskan jika seluruh penjual petasan tidak diperbolehkan lantaran membahayakan. Meski begitu, Burhanudin membolehkan penjual yang menawarkan kembang api saja, bukan petasan. "Kalau itu enggak apa-apa. Yang penting petasan jangan. Pokoknya semua jenis petasan tidak diizinkan," ujarnya. Berkaca pada pengalaman, rata-rata petasan diproduksi di Demak dan dijual di wilayah Meteseh. Ia pun menghimbau kepada masyarakat agar melaporkan kepada petugas kepolisian jika mendapati penjual petasan di lingkungan sekitarnya. (Yusuf IH)





























