Berkat Bantuan TNI, Stok Beras di Bulog Jember Meningkat

Jember, Obsessionnews - Seperti biasa tingkat kebutuhan sembako menjelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri di berbagai daerah biasanya mengalami peningkatan yang signifikan. Sehingga, apabila tidak diimbangi dengan persediaan stock yang memadai maka acapkali menimbulkan lonjakan harga dipasar. Untuk Kabupaten Jember pada Ramadhan 1437 H ini, Kabulog Divre Jember M Khozin mengaku, berkat bantuan TNI melalui Kodim 0824 dan Babinsanya maka penyerapan Bulog Jember dapat lebih maksimal. “Stock beras di gudang Bulog Divre Jember sudah mencapai 36.000 ton sehingga pencapaian target untuk tahun 2016 ini sudah mencapai 48 %,” paparnya, Jumat (3/6/2016). Ia pun menyampaikan terima kasih atas bantuan Tim Serapan Gabah (Sergab) yang dipimpin Brigjen TNI Agus Heru Prasetyo. Khozin menegaskan, memang ada beberapa penekanan dari tim tersebut diantaranya agar petani maupun pengusaha beras hendaknya tetap menjaga kualitas gabah maupun beras yang akan dijual ke Bulog persyaratan minimal paling tidak harus diperhatikan. Selanjutnya masih atensi dari Tim Sergab agar pengusaha dan petani yang belum menjual beras atau gabahnya ke Bulog agar dihimbau untuk menjual kepada Bulog, bahkan pada saat tersebut mendampingi Tim Sergab dari Mabes TNI berkeliling ke Gudang Bulog Jember maupun ke pengusaha-pengusaha beras. Mengenai persediaan beras menjelang Ramadhan dan Lebaran, M Khozin menegaskan bahwa persediaan beras untuk Kabupaten Jember yaitu beras PSO atau kualitas medium saat ini sekitar 30.000 ton, kalau kebutuhan per bulannya sekitar 2.800 ton maka cukup untuk persediaan hingga Mei 2017, sehingga sangat kuat sekali.
Kemudian, soal kenaikan harga gula yang mencapai Rp15.000/kg dari harga sebelumnya Rp11.000/kg, Kozin menegatakan bahwa terkait hal tersebut pihanya sudah melaksanakan operasi pasar. “Setiap hari kita jual gula sebanyak 5 ton per hari kita bagi 2 titik di Pasar Tegal Besar dan Pasar Kalisar dengan harga Rp11.000 per kg sehingga diharapkan mampu mendistrorsi pasar dan menurunkan harga gula di pasaran,” terangnya. Terkait dengan kenaikan sembako tersebut, lanjutnya, Bulog hanya bisa menjalankan operasi pasar, selebihnya bukan kewenangan bulog dalam penangananya. Secara terpisah, Komandan Kodim 0824 Jember Letkol Inf Muhammad Nas mengungkapkan, penyerapan gabah atau beras untuk Bulog Jember memang sudah dilakukan langkah-langkah strategis disamping sosialisasi kepada petani, penyerapan langsung gabungan bersama tim Bulog ke sawah-sawah. Selain itu, pihaknya juga mengadakan Rapat Koordinasi dengan para pengusaha beras. “Dari situ kita menyampaikan dan mengajak semua pihak untuk benar-benar mensukseskan program swa sembada pangan ini, pada kesempatan tersebut juga kita sampaikan bahwa berapapun peningkatan produksi pertanian kalau tata kelola gabah maupun beras masih belum teratur swa sembada pangan sulit untuk diwujudkan,” tandas Muhammad Nas. Untuk itu, tegas Dandim, pihaknya pada kesempatan tersebut mengajak kepada pengusaha maupun kelompok tani yang belum kerjasama dengan Bulog kita ajak untuk bekerjasama. “Dalam kondisi sekarang tinggal bagaimana kita Kodim 0824 ini bersama-sama masyarakat, peran media untuk mengawal program ini sehingga kita mampu benar-benar menjadi Negara agraris yang ber swa sembada pangan bahkan kita harus menjadi eksportir beras nantinya,” jelasnya. Ia menambahkan, ketahanan pangan merupakan bagian ketahanan nasional. “Jangan sampai kita terlena dan dilemahkan pada ketahanan pangan ini sehingga menggoyahkan ketahanan nasional kita yang sudah mantap ini, sukseskan ketahanan pangan untuk kedaulatan NKRI,” tuturnya. (Red)
Kemudian, soal kenaikan harga gula yang mencapai Rp15.000/kg dari harga sebelumnya Rp11.000/kg, Kozin menegatakan bahwa terkait hal tersebut pihanya sudah melaksanakan operasi pasar. “Setiap hari kita jual gula sebanyak 5 ton per hari kita bagi 2 titik di Pasar Tegal Besar dan Pasar Kalisar dengan harga Rp11.000 per kg sehingga diharapkan mampu mendistrorsi pasar dan menurunkan harga gula di pasaran,” terangnya. Terkait dengan kenaikan sembako tersebut, lanjutnya, Bulog hanya bisa menjalankan operasi pasar, selebihnya bukan kewenangan bulog dalam penangananya. Secara terpisah, Komandan Kodim 0824 Jember Letkol Inf Muhammad Nas mengungkapkan, penyerapan gabah atau beras untuk Bulog Jember memang sudah dilakukan langkah-langkah strategis disamping sosialisasi kepada petani, penyerapan langsung gabungan bersama tim Bulog ke sawah-sawah. Selain itu, pihaknya juga mengadakan Rapat Koordinasi dengan para pengusaha beras. “Dari situ kita menyampaikan dan mengajak semua pihak untuk benar-benar mensukseskan program swa sembada pangan ini, pada kesempatan tersebut juga kita sampaikan bahwa berapapun peningkatan produksi pertanian kalau tata kelola gabah maupun beras masih belum teratur swa sembada pangan sulit untuk diwujudkan,” tandas Muhammad Nas. Untuk itu, tegas Dandim, pihaknya pada kesempatan tersebut mengajak kepada pengusaha maupun kelompok tani yang belum kerjasama dengan Bulog kita ajak untuk bekerjasama. “Dalam kondisi sekarang tinggal bagaimana kita Kodim 0824 ini bersama-sama masyarakat, peran media untuk mengawal program ini sehingga kita mampu benar-benar menjadi Negara agraris yang ber swa sembada pangan bahkan kita harus menjadi eksportir beras nantinya,” jelasnya. Ia menambahkan, ketahanan pangan merupakan bagian ketahanan nasional. “Jangan sampai kita terlena dan dilemahkan pada ketahanan pangan ini sehingga menggoyahkan ketahanan nasional kita yang sudah mantap ini, sukseskan ketahanan pangan untuk kedaulatan NKRI,” tuturnya. (Red) 




























