Djarot Berpeluang Besar Diusung PDI-P?

"Kita siap memenangkan pertarungan. Karena sudah terbukti, siapapun yang diusung PDI-P pasti menang." Kata-kata tersebut diucapkan Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan DPP PDI-P Djarot Saiful Hidayat kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (28/5/2016), terkait Pilkada DKI Jakarta 2017. Apa yang diucapkan Djarot yang juga Wakil Gubernur DKI itu memiliki alasan yang kuat. PDI-P ibarat ‘jimat sakti’ di Pilkada DKI. Disebut demikian karena dalam tiga kali Pilkada di era reformasi tokoh-tokoh yang diusung PDI-P meraih kemenangan. Pada Pilkada DKI 2002 yang dipilih oleh DPRD, PDI-P mengusung Sutiyoso. Dan mantan Pangdam Jaya tersebut terpilih kembali menjadi gubernur untuk periode kedua. Kesaktian ‘jimat’ PDI-P juga terbukti dalam Pilkada DKI 2007. Saat itu PDI-P mengusung Fauzi Bowo. Dan mantan Wakil Gubernur DKI ini berhasil menduduki kursi DKI-1. PDI-P kembali unjuk gigi dalam Pilkada DKI 2012. Ketika itu PDI-P menduetkan kadernya, Joko Widodo (Jokowi), dengan kader Partai Gerindra, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Dan duet Jokowi-Ahok berhasil mengalahkan lawan-lawannya. Lalu siapa yang bakal diusung PDI-P pada Pilkada 2017 DKI mendatang? Sampai saat ini partai pimpinan Megawati Soekarnoputri ini belum memutuskan siapa yang akan diusungnya. Saat ini PDI-P tengah menyeleksi sejumlah tokoh yang mendaftar sebagai calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub). Terdapat 34 calon yang mengikuti fit and proper test atau uji kelayakan dan kepatutan. Dari 34 calon tersebut 32 orang bukan kader PDI-P. PDI-P hanya mengusulkan dua calon, yakni mantan Ketua DPD PDI-P DKI Boy Sadikin dan Djarot Saiful Hidayat. Adapun ke-32 calon tersebut antara lain Ketua Umum (Ketum) PBB Yusril Ihza Mahendra, politisi Partai Gerindra Sandiaga Uno, dan Ketua PPP DKI Abraham Lunggana atau Lulung. Dari 34 calon tersebut nantinya akan dipilih lima orang untuk disampaikan ke Megawati. Dan Megawati memiliki hak prerogatif memilih orang yang paling tepat untuk berlaga di Pilkada DKI. Berbagai pihak memprediksi PDI-P bakal mengajukan kadernya sendiri sebagai cagub. Djarot disebut-sebut berpeluang besar dipilih oleh Megawati. “PDI-P biasanya mengutamakan kadernya sendiri,” kata Djarot kepada wartawan di Masjid Fatahillah, Balai Kota, Jakarta, Kamis (12/5) lalu. Hanya PDI-P yang dapat mengusung sendiri cagub dan cawagub pada Pilkada DKI 2017. Partai berlambang kepala banteng bermoncong putih ini memiliki 28 kursi di DPRD DKI. Jumlah kursi yang dimiliki PDI-P ini melebihi persyaratan yang diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 8 Tahun 2015 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota. Dalam Pasal 40 ayat (1) UU 8/2015 disebutkan partai politik atau gabungan partai politik dapat mendaftarkan pasangan calon jika telah memenuhi persyaratan perolehan paling sedikit 20% dari jumlah kursi DPRD. DPRD DKI Jakarta memiliki 106 kursi. 20% dari total anggota DPRD adalah 21,2 (berdasarkan Pasal 40 ayat (2) dibulatkan ke atas maka menjadi 22). Maka syarat perolehan jumlah kursi partai di DPRD DKI minimal berjumlah 22 kursi untuk bisa mengajukan calon gubernur DKI 2017. (arh, @arif_rhakim)Baca Juga:Retaknya Dwi Tunggal Ahok-DjarotWagub Djarot Pun Ikut Tes Cagub DKIDPC dan PAC PDI-P se-DKI Usulkan Nama Boy dan DjarotPDI-P Bakal Usung Djarot di Pilgub DKI?Tinggal Cari 9 Persen, KTP Ahok Sudah Capai Sejuta





























