Kredit Pemilikan Rumah, BTN Masih Terdepan

Kredit Pemilikan Rumah, BTN Masih Terdepan
Jakarta, Obsessionnews - Pemerintah memiliki program membangun Sejuta Rumah. Melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat terus berkomiteman mewujudkan program tersebut bersama Bank Tabungan Negara (BTN). Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Asosiasi Pengembang Perumahan Seluruh Indonesia (Aspersi) Anton R Santoso menilai, BTN sebagai bank pemerintah khusus menangani Kredit Pemilikan Rumah (KPR) masih terdepan di Indonesia. Anton juga mengapresiasi BTN yang masih berkomitmen membiaya rumah yang telah dibangun oleh Aspersi. Berikut wawancara Obsesionnews.com bersama Ketua Aspersi, Jumat, (27/5/2016). Bagaimana tanggapan Aspersi terhadap kinerja BTN dalam membangun perumahan di Indonesia? BTN memang lebih baiklah, BTN membiayai KPR rumah bersubsidi, dengan 5% bunga. Salutlah karena infrastrukturnya ini siap dibiaya BTN.Tapi mestinya ada bank-bank lain dilibatkan agar penyaluran KPR lebih cepat. BTN ini kan melayani seluruh Indonesia, dimana cakupannya cukup luas, takutnya pelayanannya buruk. Tapi kami dari Asperi berteimakasih pada BTN karena sangat membantu anggota kami dalam membiaya rumah yang kami bangun. Namun dilain pihak BTN perlu memperbaiki manajemennya di daerah, karena penyalurannya agak lambat. Manurut Aspersi , sejauh mana manfaat pembangunan perumahan bagi masyarakat ini? Saya rasa itu kewajiban negara, berdasarkan UUD 1945 dan Hak Asasi Manusia maka wajib hukumnya dilakukan. Karena masyarakat juga yang susah menikmati rumah, para pekerja,para abnormal dan lain-lain perlu rumah makanya program KPR ini kan program kemanusiaan khususnya yang prioritas. Menurut Anda, apakah program sejuta rumah yang dibiayai BTN ini dapat berjalan lancar? Sejuta rumah artinya program pemerintah, tapi pemerintah ini harus juga saling berkoordinasi sesama departemen lintas sektoral. Karena masih banyak ego-ego sektoral yang menyumbangkan biaya tinggi,lamanya perizinan. Pemerintah memang berupaya memotong waktu perizinan, apa yang kita tunggu adalah pelaksanaannya supaya bisa sampai kebawah. Karena adanya keputusan presiden atau intruksi presiden atau kebijakan lainnya kalau tidak diikuti oleh para pelaksana lainnya didaerah-daerah akhirnya mandul juga itu peraturan-peraturan. Menurut Anda, apakah BTN merupakan bank penyalur KPR Terbaik di Indonesia? Hingga sampai saat ini BTN memang yang paling terdepan. Artinya semua masih dijalani BTN, kalau bank yang lain-lain kelola KPR tapi sedikit tapikan ditargetkan BTN, makanya kita butuh bank lain diberi kesempatan agar meraka tidak terkendala teknis. Menurut Anda, apa yang perlu dilakukan Pemerintah dalam waktu dekat ini? Proses percepatan perizinan harus segera dilaksanakan, persyaratan pelaksanaanya harus segera ditetapkan, biaya untuk KPR yang sekarang perlu segera ditambah karena itu masih tidak besar mengikuti jumlah rumah. Bagaimana harapan Anda terhadap program Sejuta Rumah? Harapan saya Program 1 juta rumah perlu melibatkan berbagai stake holder. Karena tidak akan tercapai kalau tidak melibatkan semua stake holder . Artinya dari stake holder pemerintah, bank pengembangan masalah perizinan, pengadaan tanah. Karena program sejuta rumah sangat berkaitan dengan harga tanah. Kalau harga tanahnya makin lama makin tinggi akhirnya orang-orang yang akan mendapatkan CSR makin susah cara kerjanya dan artinya tidak mencapai sasaran yang tinggi. Harapan mari kita bekerja jangan berbicara, bagi pengembang siap menyediakan rumah yang dicanangkan oleh pemerintah, tapi juga mohon supaya pengembang butuh rumah khusus subsidi diperhatikan karena mereka juga butu biaya untuk konsumsinya. Dan penurunan bunga kita harapkan juga. Sejauh mana kerja sama Aspersi dengan BTN? Sampai sekarang kita sangat erat berdampingan dengan BTN serta para stake holder, begitu juga dengan pemerintah daerah kami banyak menerima masukan. (Asma)BTN Properti