Saat Wapres JK Diwawancara Petugas Sensus Ekonomi

Jakarta, Obsessionnews - Rombongan dari Badan Pusat Statistik menyambangi rumah dinas Wakil Presiden Jusuf Kalla di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (27/5/2016), untuk melakukan sensus ekonomi 2016. Rombongan yang dipimpin oleh Kepala BPS Suryamin tiba di rumah dinas Wapres dan langsung melakukan wawancara dengan Wapres pukul 08.00 WIB. Wapres JK didampingi Ibu Mufidah Jusuf Kalla, sedangkan Suryamin turut membawa Deputi Bidang Neraca dan Analisis, Deputi Bidang Produksi, Kepala Biro Humas, Kepala BPS Provinsi DKI, petugas pendata dan pengawas. Wapres JK kemudian menjalani sesi wawancara dengan petugas sensus, bernama Visilia Indriastuti Wulandari. "Pertama-tama kami ucapkan terima kasih atas kesediaan bapak terima kami sebagai petugas sensus ekonomi dan untuk jawab pertanyaan yang kami ajukan," kata Visilia. Berikut wawancara Visilia dengan Wapres JK: Visilia: Siapa saja yang tinggal bersama bapak di rumah tangga ini? JK: Kalau yang keluarga utama saya berdua, tambah satu anak dengan suaminya dan satu cucu. Lima saja keluarga utama. Visilia: Untuk putra bapak itu tinggal bersama bapak di sini? JK: Tidak, ada di Kebayoran. Kalau anak putri itu tinggal di sini. Visilia: Berarti disimpulkan bahwa tinggal bersama bapak ada tiga orang? JK: Iya Visilia: Kedua, mengenai usaha. Usaha yang kami tanyakan di sini adalah usaha yang dikelola di rumah tinggal ini atau dikelola oleh bapak, ibu beserta putri bapak. JK: Ini rumah negara, pasti tidak ada usaha, tapi memang saya bukan pengusaha lagi. Visilia: Baik bapak, kami akan mencatat nol, bermakna bahwa di rumah bapak tidak ada usaha rumah tangga. Setelah wawancara selesai, petugas BPS menempelkan stiker di depan pintu masuk rumah dinas. Stiker ini sebagai tanda bahwa sudah dilakukan sensus. Kepala BPK, Suryamin mengatakan pihaknya sedang melakukan sensus ekonomi 2016 dalam rentang waktu 1-31 Mei. Sensus ekonomi ini dilakukan tiap 10 tahun sekali dan bertujuan untuk mengetahui potensi ekonomi di Indonesia, di luar sektor pertanian. "Jadi pada tahap sekarang sedang melakukan pendataan secara lengkap, kita belum tahu dapat berapa juta usaha," ujar Suryamin. Pada sensus ekonomi periode 2006 terdapat 22,6 juta usaha dan perusahaan. Sedangkan sensus tahun ini belum diketahui hasilnya, BPS baru akan menyajikan dalam pidato Presiden Jokowi pada 16 Agustus 2016. Dalam melakukan sensus ekonomi, petugas BPS menggunakan dua quesioner yakni, untuk menjaring usaha dan mencatat karakteristik usaha. Karakteristik usaha itu antara lain nama usaha, alamat, tahun berusaha termasuk tenaga kerja, pengeluaran dan pendapatannya. "Jadi hasilnya nanti kami insyaallah akan sajikan pada pidato presiden pada 16 Agustus tahap pertama dan secara lengkap pada akhir tahun," papar dia. Sebelumnya, Presiden Jokowi disensus di Istana Merdeka, Rabu (25/5/2016). Berbeda dengan JK, suasana sensus terhadap Jokowi dilakukan secara tertutup. (Has)





























