Jumhur: Salah Respon Bisa Terjadi Reformasi Jilid 2

Jumhur: Salah Respon Bisa Terjadi Reformasi Jilid 2
Tanbgerang, Obsessionnews - Tokoh gerakan rakyat Moh Jumhur Hidayat yang juga Wakil Ketua Umum KSPSI terus berkeliling menggairahkan gerakan buruh. Setelah membuka konsolidasi Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) di Riau dan Bali, Jumhur hadiri Konferensi Cabang DPC KSPSI Kota Tangerang bertema "Membangun KSPSI yang Cerdas dan Profesional" di Aula Remaja Kuring, Jumat (27/5/2016). "Bersiap-siap hadapi situasi yang memburuk. Saat ini sedang terjadi perlambatan ekonomi dunia, nilai dollar yang tak terkontrol, pengangguran dan PHK yang terus mengancam dan terus berkurangnya daya beli. Respon setiap negara hadapi krisis berbeda-beda. Di 97-98, Thailand memiliki caranya sendiri, demikian pula Filipina, Malaysia dan lainnya. Di Indonesia hasilkan reformasi," tandas Jumhur saat pidato pengarahan di depan ratusan PUK (Pimpinan Unit Kerja) yang hadir. "Dalam situasi krisis kita harus bersiap-siap dan cerdas dalam merespon. Bila tak bijak dan salah respon maka bisa terjadi reformasi jilid dua!" seru Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Maritim Indonesia (FSPMI) ini.. Jumhur menegaskan, gerakan buruh harus terus kritisi kebijakan yang rugikan rakyat dan ancam keutuhan bangsa Indonesia, misalnya invasi puluhan ribu pekerja asing Tiongkok. Dalam siasati kebijakan Tiongkok tersebut, pemerintah tak boleh kalah cerdas guna lindungi rakyatnya sendiri. "Itu bukan keputusan rasional bisnis, tapi misi negara Tiongkok. Salut atas kebijakan Tiongkok beli jutaan hektar tanah, kembangkan investasi dan datangkan pekerja hingga ekspor kembali guna penuhi kebutuhan dalam negeri," sindirnya. Ia pun menyarankan kepada Pemerintahan Jokowi-JK harus bekerja keras atasi perlambatan ekonomi agar tidak terjadi huru-hara akibat keresahan rakyat. "Selamat berkonferensi semoga hasilkan keputusan mulia bagi pekerja dan rakyat pada umumnya," tutup Jumhur di depan para pekerja yang dinahkodai Dwi Jatmiko (Ketua DPD Banten), Yusuf Makat (Ketua DPC) dan Dedi Sudarajat (Sekretaris DPC). (Red)