Semakin Kuat Desakan Politikus Gerindra Terjun dari Monas

Semakin Kuat Desakan Politikus Gerindra Terjun dari Monas
Jakarta, ObsessionnewsSejumlah netizen semakin gencar mendesak politikus Gerindra Habiburokhman merealisasikan janjinya terjun dari Monumen Nasional (Monas). Selain itu marak beredar sejumlah meme tentang dirinya. Habib, panggilan akrabnya, memang berjanji akan terjun dari Monas apabila dukungan KTP untuk Ahok, panggilan akrab Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, mencukupi untuk maju di Pilkada DKI 2017 melalui jalur independen. Ia menilai dukungan KTP untuk Ahok cuma omong doang (omdo). 12) Saya berani terjun bebas dari Puncak Monas kalau KTP dukung Ahok beneran cukup untuk nyalon. #KTPdukungAhokcumaomdo???” kicau Habib di akun Twitternya, @habiburokhman, Jumat (26/2/2016). Kendati desakan agar Habib menepati janjinya terjun dari Monas semakin menguat, ia selalu berkelit. Ketua Bidang Advokasi Dewan Pimpinan pusat (DPP) Partai Gerindra ini  menganggap tuntutan  itu sebagai angin lalu. Dan sebaliknya dia semakin aktif menyerang Ahok dan Teman  Ahok di media sosial. Ia memelesetkan nama Ahok menjadi Mabok, dan menjuluki Teman Ahok sebagai Teman Mabok. Salah satu yang disorotinya adalah kasus dugaan suap reklamasi Teluk Jakarta. Dalam kasus ini Ahok telah diminta keterangan sebagai saksi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sebelumnya politikus Gerindra yang juga anggota DPRD DKI, M Sanusi, terjaring KPK dalam operasi tangkap tanggap (OTT) ketika menerima suap terkait reklamasi Teluk Jakarta. Sanusi telah ditetapkan sebagai tersangka. “Kalau boleh saran, Si Mabok & Teman Mabok konsentrasi dulu kasus reklamasi, ibarat bola lu sdh kekurung Di kotak pinalty, anytime bisa gol,” tulis Habib di akun Twitternya, @habiburokhman, Rabu (25/5). Tweet-nya itu mendapat tanggapan dari beberapa netizen. “@habiburokhman kapan oom mau terjun dari monas,” tulis akun @satujutaSUSI. “@habiburokhman pengalihan isu....Monas Menanti,” komentar akun @Enrico_Strs. “@habiburokhman sudah hampir pinalti nyebur dari atas monas,” tulis akun @dwiayu2009. “Mas @habiburokhman, jgn lupa ya janji nya di tugu monas, mengingatkan aja..” kicau akun @SautAritonang. “@habiburokhman sambil urus kasus reklamasi, loncat dari monas juga bisa bib, ayolah jangan ngeles terus,” komentar  akun @hokhuto_shinken. “@habiburokhman akh bpk gx jls, gx bsa tepatin janji.monas menunggu pak...hahaha...,” tulis akun @Si_Lepe_Do. Sementara itu akun @DinoJiraiyadan menyarankan agar Habib membeli tanas di Monas, dan membangun kolam renang 1 x 1 meter. Siapa tahu nanti terjun dari Monas bisa nyebur  ke kolam renang itu, dan selamat. “@habiburokhman: kalo bole saran, anda beli tanah monas aj. Bangun kolam renang 1x1 meter aj. Isya Allah mana tau anda selamat stlh loncatny.” Sedangkan akun @metamikha memberikan tanggapan begini,”kalo beneran gol,ngerayainnya di Monas sambil terjun bebas yee.. See you at Monas.” Netizen lainnya yang berakun @hajimurkon menulis,”@habiburokhman klo boleh saran,mending loe nyari duit sebanyak2nya buat anak bini loe makan,jadi tar klo loe terjun ada warisan buat mrk...” Tanggapan juga datang dari akun akun @3562a2348f204bb,”@habiburokhman .kalau boleh tanya apa yg Anda persiapkan utk terjun dari puncak monas..agar mendarat dgn selamat?” Ahok tidak menjadi kader partai apa pun setelah angkat kaki dari Partai Gerindra pada tahun 2014. Ia menggandeng Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) DKI Heru Budi Hartono sebagai wakilnya di Pilkada mendatang. Duet Ahok-Heru yang diusung Teman Ahok dideklarasikan pada Senin (7/3) lalu. Untuk itu Ahok-Heru membutuhkan dukungan sejuta KTP sebagai syarat maju lewat jalur independen. Belum  genap tiga bulan dukungan KTP untuk Ahok-Heru mencapai angka yang fantastis, yakni  mendekati  angka sejuta.  Hingga Selasa (24/5) total terkumpul 884.816 KTP atau 88,4%. Tinggal 115.184  KTP lagi atau 11,5% untuk mencapai sejuta. Ditargetkan sejuta KTP akan tercapai pada Juni mendatang. Perolehan KTP tersebut  melampaui persyaratan minimum dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang menetapkan calon independen di Pilkada DKI 2017 didukung minimum 532.000 KTP. Meskipun demikian Teman Ahok tetap bekerja mengumpulkan sejuta KTP sesuai target awal. Alasannya apabila ada KTP yang diverifikasi KPUD DKI dan dianggap tak memenuhi syarat, masih ada stok. Ahok-Heru  juga mendapat dukungan dari Partai Nasdem dan Partai Hanura. Kedua partai ini membantu Teman Ahok dalam percepatan pengumpulan sejuta KTP. (arh, @arif_rhakim)Baca Juga:Tinggal 12% KTP Ahok-Heru Capai SejutaHasil Survei Golkar: Ahok Raih Peringkat PertamaKoalisi Indonesia Hoki Kutuk Demo Anti Ahok yang AnarkisDPR Sesalkan Demo Anti Ahok yang RicuhSetya Novanto Beri Sinyal Dukung AhokAhok Sadar Banyak yang Tidak Ingin Dirinya Maju di Pilkada