Menag: Cegah Perkosaan, Perkuat Keluarga

Ambon, Obsessionnews-Maraknya kasus pemerkosaan atau kejahatan seksual terhadap anak-anak, bisa dicegah dengan memperkuat pernah keluarga. "Manusia di masa 3-5 tahun belakangan ini, lebih sensitif, emosional karena persoalan sepele. Karena persoalan sepele, bapak menganiaya bahkan membunuh anaknya sendiri, begitu juga sebaliknya. Serta kejadian miris lainnya. Atau kejahatan seksual oleh anak dibawah umur, seperti kasus Yuyun. Ini jarang terjadi 5-10 tahun lalu," ujar Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengawali sambutannya saat membuka Rapat Koordinasi Nasional Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama di Kota Ambon, Rabu (25/5) sore, seperti dilansir laman Kemenag.go.id. baca juga:Kasus Yuyun, Gunung Es Kekerasan Seksual Anak Respon Kasus Yuyun, Kemenag Perkuat Penyuluh Agama Menag Minta Elit Serius Sikapi Kasus Yuyun 1.000 Lilin Untuk Yuyun Terangi Tugu Muda Politisi PPP itu, miris melihat fenomena begitu mudahnya, manusia gampang tersulut oleh hal-hal yang sederhana. Lantaran tekanan berat dalam hidup, misalnya masalah ekonomi. Yang lemah menjadi ajang pelampiasan, misalnya anak-anak atau kaum perempuan. “Untuk itu, Kementerian Agama dengan tugas fungsinya tidak bisa diam, agama dibutuhkan untuk memecahkan persoalan-persoalan tersebut. Kemenag menempatkan keluarga sebagai pranata yang harus diperkuat, ketahanan keluarga dinilai sangat penting. Karena hampir semua persoalan bermula dari keluarga,” tandas Menag. Kepada peserta rakornas, Lukman prihatin dengan pornografi merasuk melalui perkembangan teknologi informasi, sehingga masuk lewat smartphone. “Keluarga jadi sesuatu hal yang strategis sehingga ini harus diperkuat,” ujar Menag kembali. Untuk itu, Menag kembali menegaskan pentingnya wawasan pra nikah bagi pasangan yang akan menikah. Dalam kursus pra nikah ini, akan diberikan pengarahan tentang tugas dan tanggungjawab suami isteri. Menag prihatin, melihat tingginya angkak perceraian. Menurutnya, ini juga salah satunya disebabkan oleh banyak pasangan ketika masuk dalam pernikahan tidak tahu hakekatnya rumah tangga dan membina rumah tangga itu sendiri. Sehingga perceraian menjadi hal yang biasa bahkan bagi sebagian kalangan jadi kebanggaan. “Penting sekali mereka calon suami isteri dibekali pengetahuan dan wawasan apa itu hakekatnya keluarga. Disitulah strategisnya Dharma Wanita,” pungkas Menag. @reza_indrayana





























