Harga Minyak Dunia Anjlok, US$50/Barel

Harga Minyak Dunia Anjlok, US$50/Barel
Jakarta, Obsessionnews- Harga minyak dunia, jatuh ke titik terendah sepanjang 2016, menyentuh US$50 per barel. Disebabkan gangguan pasokan dan meningkatnya permintaan global yang terus mendorong pemulihan. Harga minyak mentah Brent mencapai US$50,07 per barel di perdagangan Asia. Kenaikan harga ini diikuti dengan data di AS pada Kamis (26/05) yang menunjukkan menurunnya persediaan minyak mentah, sebagian besar diakibatkan karena gangguan pasokan sesudah kebakaran di Kanada, seperti dilansir laman BBC Indonesia. Harga minyak mentah Brent kini meningkat menjadi 80% setelah sempat berada di bawah US$28 per barel, yang merupakan titik terendah selama 13 tahun. Menurut Departemen Energi Amerika Serikat persediaan minyak mentah komersial Amerika Serikat turun 4,2 juta barel dalam pekan yang berakhir 20 Mei, tapi masih di tingkat tertinggi secara historis pada 537,1 juta barel. baca juga:Harga Minyak Dunia Turun Harga Minyak Dunia Anjlok, Hulu Migas Drop Harga Minyak Dunia Terendah dalam 11 Tahun Pembicaraan yang diadakan dalam beberapa bulan terakhir antara OPEC dan Rusia untuk menghentikan produksi minyak mentah secara sementara telah membantu pemulihan harga minyak. Gangguan jangka pendek pada pasokan minyak dunia membuat harga minyak terangkat. Kanada, misalnya, yang merupakan pemasok minyak mentah terbesar ke AS, tak mampu mempertahankan produksi minyak sebanyak sekitar satu juta barel per hari akibat kebakaran hutan di Provinsi Alberta. Di luar perkiraan, berbagai permintaan yang lebih baik datang dari sejumlah negara besar seperti China, India dan Rusia. Dengan adanya peningkatan harga minyak dunia ini, para analis mulai menaikkan perkiraan mereka. Goldman Sachs mengatakan awal bulan ini bahwa harga minyak sekarang diharapkan secara konsisten mencapai US$50 per barel pada semester kedua tahun 2016 dan US$60 pada akhir 2017. Bank AS mengatakan: "Pasar minyak terus memberikan kejutan mengingat harga rendah akibat gangguan di Nigeria, produksi yang lebih tinggi di Iran, dan permintaan yang lebih baik. "Dengan setiap pergeseran besar yang signifikan, pasar minyak dunia telah meninggalkan kejenuhan menuju ke defisit yang jauh lebih awal dari yang kami harapkan." Pemulihan Sebagai tanda tumbuhnya kepercayaan, perusahaan-perusahaan minyak juga sudah mulai mempersiapkan diri untuk harga yang lebih tinggi. Perusahaan minyak BP mengatakan bulan lalu pihaknya telah menganggarkan harga minyak minimal antara US$50 dan US$55 per barel pada 2017. Juga pada bulan lalu produsen minyak US Pioneer Natural Resources mengumumkan rencananya untuk menambah jumlah kilang minyaknya menjadi 10 rig ketika harga minyak pulih ke angka US$50. Adam Laird, seorang manajer investasi di Hargreaves Lansdown, mengatakan kepada BBC, "Ini adalah ranah yang kekurangan sumber daya dan investasi dan penghalang psikologis dan harga US$50 cukup untuk membuat beberapa eksekutif menetapkan harga kembali." Namun, Laird memperingatkan volatilitas harga itu akan terus berlanjut. "Masih terlalu dini untuk mengatakan ini adalah awal dari melambungnya harga minyak dunia," katanya. Abhishek Deshpande, seorang analis pasar minyak di Natixis, sepakat dan mengatakan: "Kami yakin bahwa situasi pasar akan naik, tetapi jika melonjak terlalu cepat akan ada auto-koreksi"@reza_indrayana