Antisipasi Bencana Alam Kemensos Perbanyak Kampung Siaga Bencana

Antisipasi Bencana Alam Kemensos Perbanyak Kampung Siaga Bencana
Subang, Obsessionnews - Antisipasi Bencana Alam Kemensos Perbanyak Kampung Siaga Bencana, selain itu Mensos juga menyerahkan bantuan Dumlap, BSK dan 1 Unit Motor Trail. Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan bencana banjir bandang di Kampung Cihideung, Desa Sukakerti, Kecamatan Cisalak, Subang, memprihatinkan semua pihak dan menyisakan duka bagi keluarga korban. “Kami turut berduka dengan bencana banjir bandang yang terjadi, semoga keluarga korban diberi kekuatan, ” ujar Mensos didampingi Wakil Bupati Subang Imas Aryumningsih di halaman Balai Desa Sukakerti, Kecamatan Cisalak, Subang, Jawa Barat, Rabu (25/5/2016). [caption id="attachment_128494" align="aligncenter" width="640"]Buka Acara: Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa didampingi Wakil Bupati Subang Imas Aryumningsih sesaat sebelum pembukaan acara penyerahan paket bantuan di halaman Balai Desa Sukakerti, Kecamatan Cisalak, Subang, Jawa Barat, Rabu (25/5/2016). Buka Acara: Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa didampingi Wakil Bupati Subang Imas Aryumningsih sesaat sebelum pembukaan acara penyerahan paket bantuan di halaman Balai Desa Sukakerti, Kecamatan Cisalak, Subang, Jawa Barat, Rabu (25/5/2016).[/caption] Kementerian Sosial, kata Mensos, turut prihatin dengan memberikan paket bantuan, berupa Bantuan Santunan Kematian (BSK) Rp. 15 juta bagi lima orang korban meninggal, Rp 2,5 juta bagi enam orang korban luka berat serta menyerahkan akte kematian lima orang korban meninggal. “Juga, diserahkan bantuan logistik Rp 165 juta, satu unit mobil Dapur Umum Lapangan (Dumlap) Rp 465 juta, serta satu unit sepeda motor trail, ” ucapnya. [caption id="attachment_128495" align="aligncenter" width="640"]Tangis haru: Salah seorang warga penerima BSK dari Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa terharu dan menangis di halaman Balai Desa Sukakerti, Kecamatan Cisalak, Subang, Jawa Barat, Rabu (25/5/2016). Tangis haru: Salah seorang warga penerima BSK dari Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa terharu dan menangis di halaman Balai Desa Sukakerti, Kecamatan Cisalak, Subang, Jawa Barat, Rabu (25/5/2016).[/caption] Jumlah korban 13 orang dan 388 warga diungsikan. Untuk korban meninggal dunia teridentifikasi satu laki-laki dan empat wanita, yaitu Rizal, Parmi, Yeni, Siti Latifah, serta Nabila. “Bagi warga yang mengalami luka berat lima orang dan luka ringan dua orang seluruhnya sudah mendapatkan penanganan medis dengan baik, ” katanya. Bencana banjir bandang menerjang pemukiman penduduk pada Minggu (22/5/2016) pukul 21.00 yang menyebabkan korban jiwa dan kerugian materi. [caption id="attachment_128497" align="aligncenter" width="640"]Doa dan Tahlil: Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dengan khidmat dan khusuk memimpin doa bagi para korban yang meninggal dan keluarga agar diberi ketabahan di halaman Balai Desa Sukakerti, Kecamatan Cisalak, Subang, Jawa Barat, Rabu (25/5/2016). Doa dan Tahlil: Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dengan khidmat dan khusuk memimpin doa bagi para korban yang meninggal dan keluarga agar diberi ketabahan di halaman Balai Desa Sukakerti, Kecamatan Cisalak, Subang, Jawa Barat, Rabu (25/5/2016).[/caption] Setelah menyerahkan berbagai paket bantuan, Mensos memimpin doa dan tahlil singkat bagi para korban bencana banjir bandang dan mengajak warga agar tabah menghadapi musibah dengan mengingat kepada Sang Pencipta. “Semua yang kita miliki hanyalah titipan dan jarang sekali merasa rela dan ikhlas jika titipan tersebut hilang atau ada yang mengambil kembali, termasuk musibah yang saat ini terjadi, ” ajaknya. [caption id="attachment_128499" align="aligncenter" width="640"]Masih dirawat: Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyapa korban yang masih dirawat di Balai Desa Sukakerti, Kecamatan Cisalak, Subang, Jawa Barat, Rabu (25/5/2016). Masih dirawat: Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyapa korban yang masih dirawat di Balai Desa Sukakerti, Kecamatan Cisalak, Subang, Jawa Barat, Rabu (25/5/2016).[/caption] Di daerah yang rawan terjadi bencana longsor, Kemensos akan memperbanyak Kampung Siaga Bencana (KSB) baik di kawasan pegunungan, termasuk di Desa Sukakerti, Kecamatan Cisalak. "Di Subang telah dibentuk tujuh lokasi yang mayoritas di pesisir dan kejadian banjir bandang dan longsor akan menambah KSB di kawasan pegunungan, termasuk di Desa Sukakerti dan daerah lainnya," tandasnya. [caption id="attachment_128500" align="aligncenter" width="640"]Temui Pengungsi: Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyapa warga di tempat pengungsian di Balai Desa Sukakerti, Kecamatan Cisalak, Subang, Jawa Barat, Rabu (25/5/2016). Temui Pengungsi: Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyapa warga di tempat pengungsian di Balai Desa Sukakerti, Kecamatan Cisalak, Subang, Jawa Barat, Rabu (25/5/2016).[/caption] Di setiap KSB akan dilengkapi fasilitas lumbung logistik atau buffer stock yang berisi berbagai kebutuhan dasar korban, seperti matras, selimut, kid care, family kid, serta berbagai kebutuhan dasar yang diperlukan korban bencana. "Berbagai perlengkapan kid care dan family kid sangat penting, sebab anak-anak perlu mendapatkan penanganan segera," katanya. [caption id="attachment_128502" align="aligncenter" width="640"]Puing rumah: Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa blusukan di puing-puing rumah dan material bencana banjir bandang di Kampung Cihideung, Desa Sukakerti, Kecamatan Cisalak, Subang, Jawa Barat, Rabu (25/5/2016). Puing rumah: Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa blusukan di puing-puing rumah dan material bencana banjir bandang di Kampung Cihideung, Desa Sukakerti, Kecamatan Cisalak, Subang, Jawa Barat, Rabu (25/5/2016).[/caption] Sebelum melakukan blusukan ke lokasi kampung yang terdampak banjir bandang, Mensos meninjau pasen yang dirawat di ruang SDN Sukakerti I yang dijadikan balai pengobatan, termasuk dapur umum lapangan yang dioperasikan oleh Taruna Siaga Bencana (Tagana). (Dudy Supriyadi)