Perundingan Damai Suriah Tersandung Pelanggaran AS dan Sekutunya

Duta Besar Iran untuk Suriah, menilai pelanggaran Amerika Serikat dan sekutunya sebagai faktor utama tidak tercapainya perundingan damai Suriah. Mohammad Reza Raouf Sheybani, Dubes Iran untuk Suriah dalam wawancaranya dengan koran Etemad pada edisi Selasa (24/5), mengatakan Amerika Serikat dan sejumlah negara pendukung terorisme, memandang perundingan damai Suriah dan berbagai upaya internasional lain sebagai instrumen untuk merealisasikan tujuan-tujuannya dalam menggulingkan pemerintah dan kedaulatan Suriah. Dubes Iran untuk Suriah menambahkan, hingga kini belum ada tekad serius untuk menyelesaikan krisis politik dan partisipasi politik sebagai salah satu solusi bukan sebuah solusi di mata Amerika Serikat, Arab Saudi, Turki dan para pendukung terorisme. Menurut Duta Besar Iran untuk Suriah, penyebab utama tidak terlaksananya gencatan senjata secara sempurna di Suriah adalah pemisahan tidak adil kelompok-kelompok teroris menjadi kelompok bersenjata moderat dan ekstrimis, di mana metode AS di Suriah ini bukan pengalaman gagal mereka yang pertama di kawasan. Pejabat tinggi Iran ini juga mengatakan, Amerika Serikat juga telah mengulang pengalaman yang sama di Afghanistan, Irak, Libya dan beberapa tempat lain. Oleh karena kegagalan kinerja Barat dan kaum adidaya itu sekarang wilayah Timur Tengah menghadapi terorisme dengan bentuknya yang terbuas. Di bagian akhir pernyatannya, Sheybani menegaskan bahwa prioritas pengambilan keputusan dalam politik makro Iran adalah upaya meluas untuk mereduksi segala bentuk potensi bentrokan militer dan peningkatan solusi politik di Suriah. (irib.ir)





























