Kota di Indonesia Harus Miliki Keunggulan Khas

Jakarta, Obsessionnews - Kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Surabaya, Makasar dan lainnya, harus memiliki ciri khas atau icon. Sehingga bisa menjadi unggulan yang bersifat mengglobal. Misalnya Seoul terkenal dengan K-pop-nya, atau Tokyo terkenal dengan manga dan sushi. "Tradition, is more forward, not backward” serta “simplicity”. Perkembangan tekonologi dan meningkatnya akses terhadap internet, perubahan iklim, berubahnya geo-politik, dan pertumbuhan ekonomi, berubahnya model populasi, globalisasi dan migrasi telah mendorong terjadinya “networks society” [mobile, broadband, cloud],” ujar Profesor Luiz Abel Magro Moutinho, Guru Besar yang sarat kekinian ilmu dibidang Bio Marketing dan Futures Research, DCU Business School, Dublin City University, Ireland, di depan civitas akademi President University, di Menara Batavia, Jakarta, Selasa (24/05/2016). baca juga:Telkom Dukung Tanjung Lesung Digital WorldPATA Akan Kembangkan Pariwisata KaltaraSBY: Lewat Pendidikan Tinggi, Indonesia Bakal MajuWah! Hanya 3 Kampus Terakreditasi A di Luar Jawa Menristekdikti Puji Universitas Negeri Semarang Mendunia Sehingga masing-masing kota bisa dikembangkan bersama yang melibatkan akademisi dan birokrat pemerintah daerah. Misalnya, Bali jadi kota kreatif berbasis kesenian, kemudian Raja Ampat dikembangkan jadi kota wisata alam. Bandung jadi cyber city, Cikarang jadi kota industry multinasional. Profesor Luiz berkunjung ke Indonesia, untuk menjadi key-not speech international pada kegiatan acara Wisuda Sarjana ke-10, President Unversity , pada tanggal 28 Mei 2016, di Jababeka Convention Center [JCC], berlokasi di Jababeka Education Park, di Kawasan Industri Jababeka, Cikarang, Jawa Barat, tempat berlokasinya 1700 Perusahaan multinasional dari 30 negara. Dalam pemaparannya berjudul “The Anticipation of an Upcoming Global Far-Sighted Shift”, Prof Luiz menambahkan, dunia telah berubah dengan cepat, yang ditandai oleh terciptanya ledakan 1 milyar populasi usia senior 60+ dalam 10 tahun terakhir. Paling sedikit 75% kelompok “the rich’ di Amerika Serikat dan Inggris, bahkan dinegara-negara maju adalah berasal dari kelompk senior berusia 65+ dan kebanyakan khususnya adalah kelompok wanita. Terdapat 3 trend dalam urbanisasi dunia, terbentuknya Mega City, yaitu kota yang berpenduduk lebih dari 10 juta, seperti London, Jakarta, Shanghai. Mega Region yaitu gabungan atau kombinasi 2 kota atau kabupaten atau ‘rural area’ menjadi satu “regional’ yang memilki populasi mencapai lebih dari 15 juta, seperti Johannesburg dan Pretoria, membentuk Jo-Toria. Mega Corridors, yaitu koridor yang menghubungkan 2 kota besar atau Mega Region, seperti Hongkong-Shenzen-Guangshou di China dengan populasi lebih dari 120 juta. Mega Trends berpengarauh terhadap meningkatnya “mobility integration” yaitu urbanization, car sharing/car pooling, e-mobility, smart cities, high-speed dan sebagainya. @reza_indrayana





























