Keren! Wanita Ini Olah Daun Jambu Biji Jadi Sabun

Keren! Wanita Ini Olah Daun Jambu Biji Jadi Sabun
Semarang, Obsessionnews - Masyarakat seringkali memanfaatkan daun tanaman jambu biji hanya sebagai obat diare atau batuk. Namun tahukah anda jika daun dari tanaman bernama latin Psidium Guajava ini ternyata memiliki khasiat lain? Adalah tiga orang wanita asal Temanggung yang berhasil mengkreasikan daun jambu biji menjadi produk lain yang bisa memiliki nilai jual lebih. Di tangan tim mereka yang bernama Brilliant Team, jambu biji ternyata bisa diubah menjadi antiseptik, pembasmi bau tak sedap bahkan sabun! Salah seorang inovator, Ratna mengatakan ide awal pembuatan berbagai macam ekstrak daun jambu biji bermula saat ia melihat banyak sampah daun biji dirumahnya. "Waktu itu, saya habis motong pohon jambu di depan rumah, kok lihat banyak sisa daun. Saya terus nyoba-nyoba diesktrak," kata dia kepada obsessionnews.com, Selasa (24/5/2016). olah-2 Cara membuatnya terbilang mudah. Sepuluh lembar daun jambu biji direbus dan didinginkan. Air rebusan tersebut sudah bisa dipakai sebagai antiseptik bagi luka maupun untuk membersihkan barang-barang. "Bisa untuk bersihkan kotoran ternak juga. Setelah diteliti, daun jambu biji memiliki zat anti mikroba yang sangat efektif membunuh bakteri E.coli," jelasnya. Rebusan daun tak hanya diolah begitu saja. Air tersebut bisa digunakan menjadi produk lain seperti sabun dan gel untuk membersihkan tangan. Caranya? Untuk pembuatan gel, Ratna mencampur ekstrak daun denhan lidah buaya, etanol, garam dan minyak esensial dan pengental makanan. "Khusus untuk sabun, saya mencampur dengan minyak zaitun, minyak sawit, minyak kelapa, dan soda sabun dengan beberapa tajaran. Campuran tadi diaduk dalam larutan alkali sampai menjadi trace, kemudian biarkan mengental selama 21 hari," papar dia. olah-3 Setelah didiamkan, maka sabun tersebut sudah bisa digunakan dan aman bagi kulit. Pengolahan daun jambu ini diklaimnya menjadi salah satu solusi bagi sampah daun jambu yang banyak berserakan di kotanya. Hal itu diamini oleh salah satu petugas Bappeda Temanggung, Mira Ekawati. Ia mengatakan, beberapa daerah di Kabupaten Temanggung memang terkenal sebagai penghasil jambu biji. Daun-daun kering dari pohon yang sudah tidak berbuah hanya teronggok sia-sia tanpa diolah menjadi produk bermanfaat. "Kebetulan di daerah Temanggung ada daerah yang memang produsen jambu, di Kecamatan Bijen, Kecamatan Candi Rompo dan Kecamatan Wonoboyo. Disepanjang jalan itu banyak sekali produsen jambu," tuturnya. Sementara ini, yang dimanfaatkan oleh para petani hanyalah buah jamu dijual perkilo. Biasanya, sebelum panen petani mengurangi dahan jambu. Daun-daun tersebut biasanya dibuang dan menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir. "Jadi bisa mengurangi volume sampah juga. Petani juga bisa menambah income jika memanfaatkan sampah daun tersebut," tandasnya. (Yusuf IH)