Gubernur Launching Buku Infrastruktur Potensi Ekonomi

Padang, Obsessionnews - Bagi seorang penulis, menerbitkan buku memiliki makna tersendiri. Buku dirancang dengan pemikiran yang baik sehingga menghasilkan sesuatu yang sempurna. Hal itulah yang memotivasi Kepala Dinas Prasarana Jalan dan Tata Ruang Pemukima (Prasjal Tarkim) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Ir. Suprapto. Suprapto menulis sekaligus menerbitkan buku dengan judul Infrastruktur Untuk Potensi Ekonomi. Buku itu ia selesaikan dengan mengandeng dua rekannya yakni Ir. Indrajaya dan Prof Dr. Elfindri. Buku yang dilaunching Gubernur Sumbar Irwan Prayitno Jumat (20/5) sudah dirancang selama 1,5 tahun. Buku tersebut berisikan tentang trik sukses membangun insfrastruktur baik itu jalan, kawasan wisata, rekontruksi pasca gempa dan menyiapkan sumber daya manusianya. Suprapto mengatakan, membangun infrastruktur tidak semudah yang dibayangkan, bukan hanya terkendala biaya tetapi juga ketersediaan jalan dan cara mendapatkan relatif rumit dan berliku. Ketika beberapa faktor tersebut diolah dan diupayakan proses manajemen, maka hal yang tidak mungkin dapat terwujud. "Buku ini menceritakan pengalaman dan memuat lika-liku pembangunan insfrastruktur, sehingga dapat dibaca dan menjadi warisan akademik populer yang dapat menjadi inovasi, pembaharuan serta inspirasi," katanya. [caption id="attachment_127404" align="aligncenter" width="360"]
Suprapto[/caption] Buku setebal 192 halaman itu dicetak sebanyak 5000 eksemplar. Sementara itu Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengatakan, menulis sebuah buku itu mudah asalkan ada kemauan. Yang menjadi penghambat seperti rasa takut, tidak percaya diri dan takut tidak sempurna harus disiasati dengan cara mencatat setiap ide yang muncul dalam pikiran. "Ide-ide tersebut bisa muncul dari setiap kita berdialog, pengalaman kerja, jadi bisa diartikan bahwa yang bisa menulis sebuah buku bukan hanya yang bergelar profesor atau doktor saja," ujarnya. Irwan Prayitno mengatakan, melahirkan karya berupa sebuah buku, sehingga dapat dibaca orang lain akan sangat bermanfaat dan menjadi pengalaman berharga. Sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi orang lain. (Musthafa Ritonga/@alisakinah73)
Suprapto[/caption] Buku setebal 192 halaman itu dicetak sebanyak 5000 eksemplar. Sementara itu Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengatakan, menulis sebuah buku itu mudah asalkan ada kemauan. Yang menjadi penghambat seperti rasa takut, tidak percaya diri dan takut tidak sempurna harus disiasati dengan cara mencatat setiap ide yang muncul dalam pikiran. "Ide-ide tersebut bisa muncul dari setiap kita berdialog, pengalaman kerja, jadi bisa diartikan bahwa yang bisa menulis sebuah buku bukan hanya yang bergelar profesor atau doktor saja," ujarnya. Irwan Prayitno mengatakan, melahirkan karya berupa sebuah buku, sehingga dapat dibaca orang lain akan sangat bermanfaat dan menjadi pengalaman berharga. Sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi orang lain. (Musthafa Ritonga/@alisakinah73) 




























