13 Pemuda Kebonharjo Dibebaskan Dini Hari

Semarang, Obsessionnews – Petugas kepolisian menahan 13 warga Kampung Kebonharjo Semarang yang terlibat bentrok pada Kamis (19/5/2016) kemarin sore saat penggusuran rumah tidak bersertifikat guna reaktivasi jalur Kereta Api Tawang-Tanjung Emas. Ketua RW X Kampung Kebonharjo, Mujiharjo mengatakan penangkapan terhadap mereka dilakukan saat bentrok masih berlangsung. Mereka kemudian diinterogasi di Polrestabes Semarang selama kurang lebih 12 jam hingga akhirnya dibebaskan pada pukul 02.00 WIB dini hari. "Pengacara kita Pak Budi Sekoryanto juga ditangkap," akunya saat dikontak Jumat siang (20/5/2016). Pembebasan terhadap ke-13 pemuda Kebonharjo dilakukan langsung Walikota Semarang, Hendrar Prihadi pada dini hari tadi. Ia menjaminkan diri ke Polrestabes atas bebasnya warga Kebonharjo tersebut. Usai dibebaskan, mereka langsung dipulangkan ke rumah masing-masing.
Para pemuda tersebut tinggal di gang-gang sempit di wilayah Kebonharjo. Namun, Mujiharjo menyayangkan penangkapan warganya itu tanpa menggunakan dasar tudingan yang jelas. "Apa itu motifnya saya tak tahu pasti. Lebih baik kontak pengacara kita langsung aja," katanya. Saat dikonfirmasi terpisah, Budi Sekoryanto pengacara warga Kebonharjo belum dapat dihubungi karena tidak mengangkat telepon genggamnya. Sebagai informasi, proses penggusuran berlangsung tidak mulus lantaran sempat terjadi perlawanan berulang kali. Korban pun berjatuhan dari pihak Kepolisian dimana 7 orang petugas terluka, 2 diantaranya luka parah. Sementara info yang beredar mengenai warga yang tewas adalah karena sakit jantung dan meninggal sebelum proses penggusuran berjalan. (Yusuf IH)
Para pemuda tersebut tinggal di gang-gang sempit di wilayah Kebonharjo. Namun, Mujiharjo menyayangkan penangkapan warganya itu tanpa menggunakan dasar tudingan yang jelas. "Apa itu motifnya saya tak tahu pasti. Lebih baik kontak pengacara kita langsung aja," katanya. Saat dikonfirmasi terpisah, Budi Sekoryanto pengacara warga Kebonharjo belum dapat dihubungi karena tidak mengangkat telepon genggamnya. Sebagai informasi, proses penggusuran berlangsung tidak mulus lantaran sempat terjadi perlawanan berulang kali. Korban pun berjatuhan dari pihak Kepolisian dimana 7 orang petugas terluka, 2 diantaranya luka parah. Sementara info yang beredar mengenai warga yang tewas adalah karena sakit jantung dan meninggal sebelum proses penggusuran berjalan. (Yusuf IH) 




























