Eksekusi Reaktivasi Kebonharjo Ricuh, Dua Polisi Terluka

Eksekusi Reaktivasi Kebonharjo Ricuh, Dua Polisi Terluka
Semarang, Obsessionnews - Kericuhan terjadi saat pembongkaran reaktivasi jalur rel kereta api jalur Stasiun Tawang-Pelabuhan Tanjung Emas di kampung Kebonharjo, Kelurahan Tanjungmas, Kamis (19/5/2016). Ratusan warga menghadang petugas gabungan yang hendak mengeksekusi. Bentrok pun tak terelakkan. Massa yang terdesak lantas masuk ke dalam gang. Lemparan batu berulang kali melayang di atas barisan pasukan Brigadir Mobile yang merangsek maju. Pasukan anti anarkis melemparkan gas air mata ke dalam gang. Kurang lebih selama 6 jam penggusuran berjalan. Korban berjatuhan baik dari sisi warga maupun petugas. Kepala Polrestabes Semarang, Kombes Pol Burhanudin mengatakan sejumlah anggotanya luka parah saat melakukan penertiban. "Luka parah 2, luka ringan 5 orang. Yang parah dibawa ke Pantiwiloso," kata dia. Kebonharjo Ricuh2 Dari informasi yang dihimpun, polisi tersebut salah satunya terkena sabetan di sela jari kanan. Dua Intel itu teridentifikasi bernama Ipda Wayan dan Bripka Rony Hidayat. "Yang nyerang tadi diburu sekalian aja pak," teriak intel-intel yang berjaga di lokasi. "Itu pasti ketangkap," teriak polisi lainnya. Sementara dari kabar yang beredar, dua orang dari pihak warga meninggal dunia akibat shock. Belum dapat dipastikan siapa orang tersebut. Namun kuat dugaan dua warga itu bukanlah warga Kebonharjo. Kebonharjo Ricuh3 Hingga siang ini, proses eksekusi masih berlangsung. Manajer Humas PT KAI Daop 4 Semarang, Gatut Sutiyatmoko mengatakan proses eksekusi difokuskan kepada warga yang tidak memiliki sertifikat. "Yang tidak bersertifikat itu ditanda silang merah. Saat ini proses eksekusi sudah berjalan 60% kurang 40%," jelasnya kepada obsessionnews.com saat ditemui di lapangan. Jumlah rumah yang tidak bersertifikat terus berubah. Data terkini sebanyak 68 rumah tidak bersertifikat akan digusur. "Data sebelumnya hasil mapping tahun 2015 itu sebanyak 101 yang tidak bersertifikat. Namun pada realisasinya hari ini berkembang, yang tidak berkembang 68 rumah," tegas dia. (Yusuf IH)