Bandung Raih Juara Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Bandung Raih Juara Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Jakarta, Obsessionnews- Kota Bandung kembali meraih penghargaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dari Kementerian Tenaga Kerja untuk kategori Pembina K3. Penghargaan tersebut diterima oleh Wakil Wali Kota Bandung Oded M Danial yang diserahkan langsung oleh Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (18/5/2016). Usai menerima penghargaan, Oded mengaku bersyukur bahwa selama masa pemerintahannya Bandung telah meraih penghargaan ini tiga kali berturut-turut setiap tahun. "Saya berharap mudah-mudahan penghargaan ini menjadi pendorong untuk meningkatkan SDM, terutama SDM tenaga kerja, di Kota Bandung," harap Oded. [caption id="attachment_126855" align="alignleft" width="282"]K3 -- Wakil Wali Kota Bandung Oded M Danial.[/caption] Tahun ini Kementerian Ketenagakerjaan memberikan penghargaan kepada 13 gubernur dan 26 bupati/wali kota kategori Pembina K3, 840 perusahaan kategori Kecelakaan Nihil, 714 perusahaan kategori Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3), dan 100 perusahaan kategori Pencegahan HIV/AIDS di tempat kerja. Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung Toto Rusdianto mengatakan, terdapat 15 perusahaan yang berasal dari Kota Bandung yang juga mendapatkan penghargaan di berbagai kategori. "Beberapa diantaranya Rumah Sakit Santosa, Borromeus, dan Hermina," terang Toto. Ketiga rumah sakit tersebut mendapatkan penghargaan untuk kategori pencegahan HIV/AIDS di tempat kerja. Pada kesempatan ini dilakukan pula peluncuran kampanye 'Safety Is My Life' oleh Menteri Ketenagakerjaan RI Hanif Dhakiri yang disaksikan pula oleh Ketua Komisi IX DPR RI Yusuf Macan Effendi. Kampanye ini bertujuan untuk mendorong keselamatan dan kesehatan di tempat kerja. Hanif Dhakiri menyatakan bahwa salah satu indikator pembangunan ketenagakerjaan adalah perlindungan keselamatan bagi tenaga kerja. "Penerapan K3 jangan sampai dianggap sebagai beban. Penerapan K3 adalah investasi bagi semua pihak. Oleh karena itu pelaksanaan dan penerapan K3 harus menjadi prioritas," ungkap Hanif. (Dudy Supriyadi, @dudysupriyadi69 )