17 Rumah Belum Dibongkar, Hendi Jaminkan Diri Sendiri

17 Rumah Belum Dibongkar, Hendi Jaminkan Diri Sendiri
Semarang, Obsessionnews - Walikota Semarang, Hendrar Prihadi mendatangi langsung lokasi penggusuran Kebonharjo. Setibanya di lokasi, ia langsung menuju ke rumah warga yang meninggal akibat serangan jantung selama berlangsungnya eksekusi. Hendi, sapaan akrab sang Wali Kota menuju rumah duka yang berada di belakang lokasi kericuhan. Disana, ia menyalami satu persatu warga yang hadir. Sebelum memanjatkan doa, Hendi sempat menegur petugas KAI yang tengah membongkar didekat rumah duka. "Tolong mas, ini masih ada yang berduka. Bongkarnya dihentikan dulu sebentar," kata dia disaksikan banyak warga. Ia lantas melanjutkan doa bersama keluarga yang tengah berduka. Hendi kemudian berjalan menuju rumah salah satu warga untuk berdialog bersama Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Burhanudin dan koordinator warga yakni Parjo. Hasil kesepakatan bersama warga, Hendi menyatakan menjaminkan diri bagi warga yang memiliki sertifikat sehingga tidak boleh dibongkar. Sementara sisa 17 rumah akan diberikan tenggat waktu selama seminggu untuk membongkar secara swadaya dengan dibantu Satpol PP. "Temen-temen (warga) akan mengkoordinir supaya pembongkaran bisa dilakukan oleh warga secara swadaya. Catatannya saya akan menggaransi bahwa saat itu ada sertifikatnya maka tidak boleh dilakukan pembongkaran oleh PT KAI," ujarnya dihadapan awak media. Namun, pembongkaran tersebut tetap akan dilakukan asalkan urusan ganti untung telah tuntas. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Polrestabes Semarang yang mau menarik kembali pasukan. Seperti diketahui, pada sore hari seluruh pasukan Polrestabes Semarang ditarik kembali karena sudah ada keputusan terkait sisa rumah yang belum digusur. "Karena apapun ini adalah saudara kita yang tidak perlu berkelahi sendiri. Setelah ini menjadi tugas saya secara pribadi maupun pemerintahan untuk menjaga komitmen dari warga di Kebonharjo ini," jelasnya. "Sudahlah ndak usah terbawa emosi. Mulai sore ini kembali cooling down. Ini sudah ada beberapa tanda yang dilakukan oleh PT KAI yang harus dibongkar," sambungnya. Terkait relokasi, pihaknya berencana akan merelokasi warga terdampak penggusuran jalur reaktivasi tersebut. Relokasi tersebut berada di wilayah Kudu, Kelurahan Genuk. Ia mempersilahkan warga untuk segera mendaftar agar bisa menempati tempat relokasi tersebut. "Pemerintah Kota menyiapkan rusunawa di wilayah Kudu. Yang mau masuk sana segera mendaftar pak Lurah dan segera bisa ditempati pada minggu depan," tuturnya. Termasuk dapur umum juga sudah disiapkan oleh BPBD selama dua hari ini. Pihaknya pun meminta agar media memberitakan hal yang baik sesuai kondisi guna menciptakan kondisi yang kondusif. (Yusuf IH)