Mensos: Tak Ada Tempat Bagi Pedofil Dalam Paket Wisata Indonesia

Mensos: Tak Ada Tempat Bagi Pedofil Dalam Paket Wisata Indonesia
Raja Ampat, Obsessionnews - Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa mengatakan potensi pariwisata di daerah Raja Ampat, Papua, harus diiringi dengan kreatifitas dari warga setempat dengan berbagai produk industri kreatif bagi para wisatawan. “Gaung Raja Ampat telah menjadi destinasi wisata dunia yang harus diiringi dengan berbagai produk industri kreatif dari warga setempat, sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan, ” ujar Mensos di Raja Ampat, Papua, Selasa (17/5/2016). Kementerian Sosial (Kemensos), kata Mensos, telah memberikan paket bantuan bagi warga Raja Ampat, berupa pelatihan keterampilan (vocational training), seperti menjahit dan membordir bagi para ibu. “Kami telah memberikan 42 mesin jahit, yang dipergunakan untuk memproduksi berbagai produk industri kreatif guna mendukung destinasi Raja Ampat sebagai destinasi yang dikunjungi banyak wisatawan dalam dan luar negeri,” ucapnya. Melalui vocational training dan bantuan 42 mesin jahit, bisa mendorong kemandirian ekonomi para ibu, sekaligus membuka lapangan kerja baru dengan memaksimalkan dari potensi kunjungan wisata tersebut. “Bantuan mesin jahit dan vocational training, tentu bisa mendorong kemandirian ekonomi para ibu dan warga, serta membuka lapangan kerja baru, ” harapnya. Namun, potensi wisata yang luar biasa tersebut, jangan dikotori dengan berbagai tindak yang bisa merusak dari tujuan wisata yang sejatinya untuk bisa meningkatkan kesejahteraan segenap warga setempat. “Tolong dicatat, ini penting dilakukan dan dikawal semua pihak agar potensi wisata yang luar biasa tidak dikotori dengan tindakan yang bisa merusak dari tujuan wisata itu sendiri, ” tandasnya. Tidakan kotor yang dimaksud yang bisa merusak tersebut, di antaranya adanya praktik dan layanan Pedofil dalam paket kunjungan wisata baik bagi para wisatawan dari dalam maupun luar negeri. “Dipastikan dalam paket kunjungan wisata tersebut, tidak ada praktik dan layanan Pedofil, baik bagi wisatawan dari dalam maupun luar negeri, ” tegasnya. Paket wisata cukup menghadirkan keindahan alam yang luar biasa, keramah-tamahan warga, keunikan budaya dan tradisi, serta kekhasan pakaian dan kuliner dari daerah yang dikunjungi para wisatawan. “Cukup menghadirkan keindahan alam, keramah-tamahan warga, keunikan budaya dan tradisi, serta kekhasan pakaian dan kuliner dari daerah tersebut, ” tegasnya. Dengan alasan apapun, paket wisata tidak serta merta merusak tatanan budaya dan upaya pemerintah dalam upaya melindungi anak dan perempuan dari segala tindak kekerasan fisik maupun seksual. “Tidak ada tempat dan bisa ditolelir segala bentuk dan tindakan kekerasan terhadap anak dan perempun di Bumi Pertiwi ini, terlebih bagi Pedofil dan dari para predator kejahatan seksual , ” tandasya. (Dudy Supriyadi)