Kualitas SDM Kelautan Perikanan Naik 40%

Kualitas SDM Kelautan Perikanan Naik 40%
Jakarta, Obsessionnews - Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, menyebutkan, prosentase pendidikan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) warga masyarakat tahun 2016 ini meningkat 40%. “Kegiatan tersebut terdiri dari pendidikan, pelatihan, serta penyuluhan dan pemberdayaan masyarakat,” kata Kepala BPSDMP KP Rifky Effendi Hardijanto, melalui siaran persnya diterima Obsessionnews.com, di Jakarta, Selasa (17/5/2016). Baca juga:Hius Paus Dilindungi KKPKKP Ekspor Ikan dari Pulau Terluar KKP-Kemhan Kerjasama Berantal Illegal Fishing Bidang pendidikan tahun Pelajaran/Akademik 2014/2015, kata dia, pengembangan SDM diberikan kepada 415 peserta didik asal Papua Barat. Terdiri dari 30 orang di Sekolah Tinggi Perikanan, 1 orang Politeknik KP Bitung, 93 orang di Poltek KP Sorong, dan 291 orang di Sekolah Usaha Perikanan Menengah Negeri Sorong. Sebanyak 141 anak, atau 34% dari jumlah tersebut, merupakan anak pelaku utama kelautan dan perikanan (nelayan, pembudidaya ikan, pengolah dan pemasar ikan, serta petambak garam) yang mendapatkan bantuan biaya pendidikan. “Anak pelaku utama memang jadi prioritas. Dialokasikan sebanyak 44% dari seluruh peserta didik di masing-masing satuan pendidikan KKP pada 2016. Prosentase ini meningkat dari tahun-tahun sebelumnya, yakni sebanyak 40%,” jelasnya. Pendidikan tersebut menggunakan sistem pendidikan vokasi dengan pendekatan teaching factory (pabrik pengajar). Porsinya, 70% praktik dan 30% teori untuk tingkat pendidikan menengah serta 60% praktik dan 40% teori untuk tingkat pendidikan tinggi. Adapun di bidang pelatihan, pada 2016 pelatihan KP diberikan kepada setidaknya 600 orang asal Papua Barat oleh Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan (BPPP) Ambon, salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) BPSDMP KP. Pelatihan tersebut disesuaikan dengan bantuan KKP ke masing-masing daerah pada 2016. Pelatihan di Kabupaten Sorong terdiri dari budidaya rumput laut, pembenihan ikan, pembesaran ikan air tawar, pembesaran ikan air laut, dan pembuatan pakan. Pelatihan di Kabupaten Manokwari terdiri dari pengoperasian alat tangkap gill nett dan mesin penggerak utama kapal. Pelatihan di Kabupaten Fak Fak terdiri dari pengoperasian alat tangkap gill nett. Pelatihan di Kota Sorong terdiri dari pengoperasian alat tangkap gill nett, perawatan mesin induk kapal, penangkapan ikan dengan rawai, dan pembesaran ikan air payau. Pelatihan di Kabupaten Raja Ampat terdiri dari pengoperasian alat tangkap gill nett dan penangkapan ikan dengan rawai. Pelatihan di Kabupaten Teluk Bintuni terdiri dari pelatihan pengelolaan perikanan berkelanjutan di kawasan konservasi perairan. Pelatihan di Kabupaten Maybrat terdiri dari pembesaran ikan air tawar. Pelatihan di Kabupaten Tambrauw terdiri dari pengoperasian alat tangkap gill nett dan perawatan mesin induk kapal. Terakhir, pelatihan di Kabupaten Manokwari Selatan terdiri dari pengoperasian alat tangkap gill nett dan penangkapan ikan dengan rawai. @reza_indrayana