Istri Pejabat Kabinet Jokowi-JK Angkat Kesejahteraan Perajin

Istri Pejabat Kabinet Jokowi-JK Angkat Kesejahteraan Perajin
Jakarta - Para isteri pejabat tinggi negara dan menteri di Kabinet Jokowi-JK yang tergabung dalam pengurus pusat organisasi Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) untuk pertama kalinya menggaungkan ikon pemeran Kriyanusa. Pamemeran kerajinan rakyat, yang dilaksanakan oleh Dekranas sepakat, untuk mengusung nama Kriyanusa disetiap pameran. Karena berlangsung di pada tahun ini, disebut dengan Gelar Produk Kerajinan Nusantara Kriyanusa 2016 dengan mengambil tema: "Perajin Dekranas Kreatif di Dunia Digital". Pameran berlangsung pada 17 - 20 Mei 2016 di Gedung SME Tower, Jl. Gatot Subroto, Jakarta, bertujuan memacu semangat para perajin, untuk terus berinovasi, menciptakan kriya indah serta unggul. Sehingga menjadi ciri khas bangsa Indonesia. Demikian kesimpulan yang dirangkum dari peryataan para panitia pelaksana. Seperti Ketua Panitia Pelaksana Ibu Triana Rudiantara yang juga Wakil Ketua Harian Dekranas. Ibu Nora Ryamizard Ryacudu, Bendahara Dekranas. Ibu Andresca Saleh Husin, Ketua Bidang Daya Saing Produk. Ibu Bintang Puspayoga, Ketua Bidang Manajemen Usaha. Ibu Maria Fransisca Wihardja Lembong, Ketua Bidang Pameran dan Kerjasama Luar Negeri. Ibu Velly Yudi Chrisnandi, Ketua Bidang Kreatif. Ibu Euis Saedah, Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) dan Sekjen Dekranas Ikhwan Arsin. Menurut Ibu Triana, tujuan diadakannya pameran ini yakni, untuk memberi serta menambah wawasan dan pengetahuan kepada para penggiat, pemerhati, para perajin dan dunia usaha hasil produk kerajinan Indonesia yang indah dan beragam. Oleh karena itu, tambahnya pada pemeran mengambil tema: "Perajin Dekranas Kreatif di Dunia Digital". Ibu Bintang menambahkan, tema ini sejalan dengan berlakunya pasar bebas Asean yang dikenal dengan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dimana produk kerajinan Indonesia akan bersaing dengan produk sejenis di negara ASEAN seperti Thailand dan Vietnam. Dimana peningkatan kemampuan perajin dalam penguasaan tekhnologi digital tidak terelakan. Sementara Ibu Nora menjawab pertanyaan wartawan, mengatakan sebagai tanggung jawab sosial dari para ibu ibu menteri dan pejabat tinggi negara, terpanggil niat tulus untuk membantu mengembangkan para perajin di tersebar di seluruh Indonesia, karena mempunyai nilai yang cukup tinggi. Baik dari segi seni kraetifnya maupun ekonominya. Ini sudah dibuktikan dengan diterimanya batik sebagai warisan seni Indonesia saat ini sudah begitu mendunia. "Untuk itu, lewat pameran ini diharapkan akan muncul produk kreatif dari para perajin yang aka menembus pasar internasional. jadi kami bukan hanya sekedar "wara wiri" mencari kesibukan saja," jelasnya. (Iwan)