Petisi Minta Hukum Mati Pelaku Kekerasan Seks Pada Anak

Jakarta, Obsessionnews - Puluhan petisi masyarakat peduli Kediri, Jawa Timur (Jatim) menganggap saat ini Indonesia darurat kekerasan seksual terhadap anak. Mereka yang terdiri dari anggota DPR, DPD, aktivis, advokat, dosen, tokoh agama dan budaya serta masyarakat meminta agar pemerintah memberikan perhatian serius dengan menerbitkan Peraturan Pengganti Perundang-undangan (Perppu). Mereka meminta agar dalam Perpu tersebut pelaku pemerkosa diancam hukuman mati atau hukuman seumur hidup. Anggota Komisi VIII DPR Malik Haramaen menilai, saat ini kekerasan terhadap anak sudah sangat genting. "Lima bulan yang lalu Komisi VIII telah membuat Panja mendorong Perppu agar Presiden menyetujui itu. Kekerasan terhadap anak sudah dalam situasi genting saat ini dan solusinya adalah Perppu. Dan saya pikir harus ada sikap politik dari pemerintah," tegasnya di Jakarta, Senin (16/5/2016). Menurutnya, Indonesia negara paling tertinggi angka kekerasan anak di Asia Tenggara. Padahal di Indonesia banyak yang betanggung jawab terhadap anak, yakni Kementerian Perempuan dan Perlindungan Anak, Kementerian Sosial, dan Kementerian Tenaga Kerja. Namun hingga saat ini kesadaran pemerintah sangat kurang untuk peduli terhadap anak. " Kesadaran pemerintah sangat kurang, baik bupati, gubernur, pemprov, dan jajarannya masih kurang memberikan perhatian pada korban kekerasan pada anak," duganya. Ia menyatakan mendukung penuh pembentukan Perppu tersebut. "Kami di Komsi VIII dan teman-teman aktivis 98 sepakat untuk mendorong adanya Perppu itu," tegasnya. Adapun tuntutan petisi adalah: 1. Menghukum mati atau hukuman seumur hidup bagi pelaku pemerkosa 2. Meminta Presiden memberikan perlindungan kepada korban serta memerintahkan pada menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk memberikan bimbingan psikologis kepada korban untuk memulihkan trauma yang diderita para korbam. 3. Meminta kepada Ketua Mahkamah Agung agar melakukan terobosan hukum atas kasus pemerkosaan di Kediri yakni meberi efek jera hukuman mati atau seumur hidup. 4. Meminta pada semua pihak, baik Kapolri dan Jaksa Agung agar melakukan pengawasan dan bimbingan kepada petugas di lapangan terkait penanganan pemerkosaan tersebut. 5. Meminta pada komisi Perlindungan anak agar lebih proaktif melakukan perlindungan terhadap anak. 6. Meminta pada komnas HAM RI agar turut serta memantau dan memberikan perlindungan HAM terhadap para korban dan pihak-pihak yang memberi bantuan pendampingan pada anak. [caption id="attachment_126294" align="alignleft" width="346"]
Seorang anak kekerasan seksual menghadiri konferensi pers di Jakarta, Senin (16/5/2016).[/caption] Masyarakat Peduli Kediri 1. Jend Purn Djoko Santoso (Mantan Panglima TNI) 2. Prof DR. Prijono Yjiptoheryanto 3. DR. Fuad Bawazier 4. DR. Eggy Soedjana 5. Marwan Batu Bara 6. DR. Fahmi Idris (Anggota DPD) 7. Mohamad S Zulkarnaen 8. DR. Syahganda Nainggolan 9. Erwin Muslim Singajuru (DPR-PDI Perjuanhan Komisi III) 10. Satya W Yudha (Anggota DPR) 11. Ramli Kamidin 12. Marsda Purn. Amiruah Amin 13. Kol. Purn. hascaryo 14. M Hatta Taliwang (Direktur IEPSH Jakarat) 15. Djoko Edhie abdurrahman 16. DR. M. Dahrin La Ode 17. DR. Chusnul Mar'iyah 18. DR. Trina Setoja M.Hum 19. DR. Buni Yani 20. DR. Denny M Cilah 21. Mohammad Tohir (Asvokad) 22. Ayat Hidayat (LBH Pendidikan) 23. Daniel Timpal 24. Happy Tregono 25. Suhardi Suryadi 26. Yusnida 27. Mustaqim A Manan 28. Fauzan Anayasfika 29. Fauzi Hasyim 30. Sifyano Zakaria (Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik) 31. Haris Rusly 32. Khotibul Umam Wiranu 33. Kisman Latumakulita 34. Ugan Gandar (Dewan Pembina FSPPB Jakarta) 35. Ferdinan Hutahean (Direktur EWI Jakarta) 36. Dina Nuru Fitria (Dosen Jakarta) 37. Afni Achmad 38. A. Hafis Usman SH 39. M. fauzi (Ketum PB HMI) 40. Zamzami (Bendum PB HMI) 41. Andy Talman Nitidisastro 42. Chepymara 43. Toto Dirgantoro (LSM Kibar Nasional) 44. Sugeng Miryanto (CV. Telegram Nusantara) 45. Ibrahim L. Kadir (Telegram NNC Portal) 46. Fadel A. Cartenzians (Aliansi Masyarakat Adat Nusantara) 47. HBS Ali Ahmis (Budayawan) 48. Drs. Sri Mulyono (Pempres Tribrata News) 49. Andi W. Syahputra (Govermen Watch) 50. Mirah Sumirat (KSPI) 51. Zenuri (FAMI) 52. Masghartha Kuartanegara (Ketum PPP Rakyat) 53. Habib Umar Alhamid (Generasi Cinta Anak Negeri) 54. Jeane Latumahina (Yayasan Kekuatan Cinya Indonesia-Kediri 55. Habib (Ketua Lembaga Perlindungan Perempuan dan anak BRANTAS 56. Ahmad Bambang (Tokoh Kediri, Jakarta) 57. Joko Pitoyo, Jakarta 58. Toharso,Jakarta 59. Jamran,Jakarta 60. Alfian Nasution 61. Umar Fahmi,Jakarta 62. Tengku Bardasyah, Jakarta 63. Herman, Palembang 64. A Yani Lauma, Tuban Jatim 65. Faisal Yusra, Presiden KSPMI Jakarta 66. Kusnendar, Semarang 67. Y Harjono, Aktivis Serikat Pekerja Semarang 68. Ageng G, Surabaya 69. Afandi, warga Kediri Jakarta 70. Jumali, Jakarta 71. Ratna Amalia, Pemerhati Kemanusiaan Pontianak 72. Chaerudin Affan, Tangerang 73. Fajar Utama Ritonga, Medan 74. Taufik Kurniawan, Makassar 75. Wildansyah, Kepala Yayasan Bhineka Ceria 76. Agustine Melani, Bandung 77. Teguh Kurniawan, Makassar 78. Arif Khusuma, Tangerang 79. Lingga Pramudia, Bekasi 80. Indra Adil. (Asma, @asmanurkaida)
Seorang anak kekerasan seksual menghadiri konferensi pers di Jakarta, Senin (16/5/2016).[/caption] Masyarakat Peduli Kediri 1. Jend Purn Djoko Santoso (Mantan Panglima TNI) 2. Prof DR. Prijono Yjiptoheryanto 3. DR. Fuad Bawazier 4. DR. Eggy Soedjana 5. Marwan Batu Bara 6. DR. Fahmi Idris (Anggota DPD) 7. Mohamad S Zulkarnaen 8. DR. Syahganda Nainggolan 9. Erwin Muslim Singajuru (DPR-PDI Perjuanhan Komisi III) 10. Satya W Yudha (Anggota DPR) 11. Ramli Kamidin 12. Marsda Purn. Amiruah Amin 13. Kol. Purn. hascaryo 14. M Hatta Taliwang (Direktur IEPSH Jakarat) 15. Djoko Edhie abdurrahman 16. DR. M. Dahrin La Ode 17. DR. Chusnul Mar'iyah 18. DR. Trina Setoja M.Hum 19. DR. Buni Yani 20. DR. Denny M Cilah 21. Mohammad Tohir (Asvokad) 22. Ayat Hidayat (LBH Pendidikan) 23. Daniel Timpal 24. Happy Tregono 25. Suhardi Suryadi 26. Yusnida 27. Mustaqim A Manan 28. Fauzan Anayasfika 29. Fauzi Hasyim 30. Sifyano Zakaria (Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik) 31. Haris Rusly 32. Khotibul Umam Wiranu 33. Kisman Latumakulita 34. Ugan Gandar (Dewan Pembina FSPPB Jakarta) 35. Ferdinan Hutahean (Direktur EWI Jakarta) 36. Dina Nuru Fitria (Dosen Jakarta) 37. Afni Achmad 38. A. Hafis Usman SH 39. M. fauzi (Ketum PB HMI) 40. Zamzami (Bendum PB HMI) 41. Andy Talman Nitidisastro 42. Chepymara 43. Toto Dirgantoro (LSM Kibar Nasional) 44. Sugeng Miryanto (CV. Telegram Nusantara) 45. Ibrahim L. Kadir (Telegram NNC Portal) 46. Fadel A. Cartenzians (Aliansi Masyarakat Adat Nusantara) 47. HBS Ali Ahmis (Budayawan) 48. Drs. Sri Mulyono (Pempres Tribrata News) 49. Andi W. Syahputra (Govermen Watch) 50. Mirah Sumirat (KSPI) 51. Zenuri (FAMI) 52. Masghartha Kuartanegara (Ketum PPP Rakyat) 53. Habib Umar Alhamid (Generasi Cinta Anak Negeri) 54. Jeane Latumahina (Yayasan Kekuatan Cinya Indonesia-Kediri 55. Habib (Ketua Lembaga Perlindungan Perempuan dan anak BRANTAS 56. Ahmad Bambang (Tokoh Kediri, Jakarta) 57. Joko Pitoyo, Jakarta 58. Toharso,Jakarta 59. Jamran,Jakarta 60. Alfian Nasution 61. Umar Fahmi,Jakarta 62. Tengku Bardasyah, Jakarta 63. Herman, Palembang 64. A Yani Lauma, Tuban Jatim 65. Faisal Yusra, Presiden KSPMI Jakarta 66. Kusnendar, Semarang 67. Y Harjono, Aktivis Serikat Pekerja Semarang 68. Ageng G, Surabaya 69. Afandi, warga Kediri Jakarta 70. Jumali, Jakarta 71. Ratna Amalia, Pemerhati Kemanusiaan Pontianak 72. Chaerudin Affan, Tangerang 73. Fajar Utama Ritonga, Medan 74. Taufik Kurniawan, Makassar 75. Wildansyah, Kepala Yayasan Bhineka Ceria 76. Agustine Melani, Bandung 77. Teguh Kurniawan, Makassar 78. Arif Khusuma, Tangerang 79. Lingga Pramudia, Bekasi 80. Indra Adil. (Asma, @asmanurkaida)




























