Kerjasama Industri Rp528 Miliar, UNIDO Garap 13 Proyek

Kerjasama Industri Rp528 Miliar, UNIDO Garap 13 Proyek
Jakarta, Obsessionnews – Kementeruan Perindustrian Indonesia dan United Nations Industrial Development Organization (UNIDO) melakukan kerja sama dengan cakupan 13 proyek dengan nilai sebesar USD 40 juta atau setara dengan Rp 528 miliar dengan menyesuaikan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS yakni Rp 13.200. Saat ini terdapat lima proyek yang sedang berjalan dengan menelan dana sekitar Rp 230 miliar atau USD 17,48 juta. Sedangkan sisa lainnya akan segera dikembangkan. “Lima proyek tersebut diantaranya untuk meningkatkan kapasitas industri perikanan, efisiensi penggunaan energi di sektor industri, pengenalan manajemen pengolahan limbah industri, efisiensi sumber daya dan produksi bersih, serta pemanfaatan energi terbarukan,” Tutur  Menteri Perindustrian, Saleh Husin, Senin (16/5/2016). [caption id="attachment_126228" align="aligncenter" width="640"]Menteri Perindustrian Saleh Husin menerima kunjungan Dirjen United Nations Industrial Development Organization (UNIDO) Mr. Li Yong disaksikan Dirjen Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin Achmad Sigit Dwiwahjono serta Perwakilan UNIDO Jakarta Shadia Yousif Hajarabi di Kementerian Perindustrian, Jakarta, 16 Mei 2016. Menteri Perindustrian Saleh Husin menerima kunjungan Dirjen United Nations Industrial Development Organization (UNIDO) Mr. Li Yong disaksikan Dirjen Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin Achmad Sigit Dwiwahjono serta Perwakilan UNIDO Jakarta Shadia Yousif Hajarabi di Kementerian Perindustrian, Jakarta, 16 Mei 2016.[/caption] Sisa yang dikembangkan tersebut terdapat delapan proyek diantaranya adalah strategi serta upaya nilai tambah produksi rumput laut di Sumenep, Jawa Timur, Peningkatan produksi industri tempe untuk memenuhi kebutuhan nutrisi masyarakat Indonesia, mempromosikan efisiensi energi pada industri kecil dan menengah di Indonesia, memperkenalkan Best Available Techniques (BAT) dan Best Environmental Practices (BEP) pada proses pemanasan termal dalam industri logam di Eurocopter South East Asia (ESEA). Selain itu, upaya lainnya program percepatan dalam mengurangi penggunaan merkuri pada area pertambangan Gunung Botak, Maluku, meningkatkan penerapan Environmental Performance in the Extruded and Expanded industri busa, memberikan pelatihan untuk perawatan alat berat dan kendaraan niaga, serta kerjasama promosi antar zona industri. Sales berpendapat, Proyek yang dijalankan UNIDO Country Program sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang 2005-2025 serta Kebijakan Pengembangan Industri Nasional tahun 2015-2019. “Diharapkan komitmen donor country untuk proyek-proyek tersebut perlu didukung dengan komunikasi yang intensif seluruh stakeholders terkait,” tutupnya. (Aprilia Rahapit)   [caption id="attachment_126226" align="aligncenter" width="640"]Menteri Perindustrian Saleh Husin didampingi Sekjen Kemenperin Syarif Hidayat (kiri), Dirjen Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin Achmad Sigit Dwiwahjono (kedua kiri), Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin Haris Munandar (kedua kanan), serta Dirjen Pengembangan Perwilayahan Industri (PPI) Kemenperin Imam Haryono berfoto bersama dengan Dirjen United Nations Industrial Development Organization (UNIDO) Mr. Li Yong didampingi Perwakilan UNIDO Jakarta Shadia Yousif Hajarabi serta delegasinya seusai penandatanganan UNIDO-Indonesia Country Programme 2016-2020 di Kementerian Perindustrian, Jakarta, 16 Mei 2016. Menteri Perindustrian Saleh Husin didampingi Sekjen Kemenperin Syarif Hidayat (kiri), Dirjen Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin Achmad Sigit Dwiwahjono (kedua kiri), Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin Haris Munandar (kedua kanan), serta Dirjen Pengembangan Perwilayahan Industri (PPI) Kemenperin Imam Haryono berfoto bersama dengan Dirjen United Nations Industrial Development Organization (UNIDO) Mr. Li Yong didampingi Perwakilan UNIDO Jakarta Shadia Yousif Hajarabi serta delegasinya seusai penandatanganan UNIDO-Indonesia Country Programme 2016-2020 di Kementerian Perindustrian, Jakarta, 16 Mei 2016.[/caption]