Impor Selama April Turun 4,72 Persen

Impor Selama April Turun 4,72 Persen
Jakarta, Obsessionnews - Nilai impor Indonesia pada April 2016 lalu turun 4,62%. Jadi US$10,78 miliar bila dibanding Maret 2015 yang mencapai US$11,30 miliar. Namun jika dibanding April tahun lalu, impor turun hingga 14,62%. “Pada impor, penurunan dialami oleh bahan pangan seperti gandum, gula, dan garam, mungkin karena masih memiliki stok cukup pada April,” jelas Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Sasmito Hadi Wibowo, seperti dilansir laman bps.go.id, Senin (16/5/2016). Dia memperkirakan, pada Mei 2016 ini impor kembali naik, untuk stok sebagai persiapan menghadapi datangnya bulan Ramadhan dan Lebaran. Selain bahan pangan, penurunan impor juga terjadi pada pelastik dan bakan baku pelastik, migas. Baca juga:Ini Syarat Teknis Impor Barang Modal BekasExim Turun, Pertumbuhan Ekonomi MelambatKadin: Plastik Berbayar Tekan Impor Impor Mintak Mentah Turun 40,61% Penurunan impor pelastik akibat dampak kebijakan pemerintah yang menerapkan kantong pelastik (kantong kresek) berbayar di pusat perbelanjaan, sehingga penggunaan pelastik berkurang. Impor nonmigas pada April 2016 turun 3,39% menjadi US$9,42 miliar jika dibanding Maret 2016 yang sebesar US$9,77 miliar. Dibanding April 2015, impor komoditas ini turun 8,46%. Impor migas pada April 2016 turun 12,32% mencapai US$1,36 miliar jika dibanding Maret 2016 yang mencapai US$1,53 miliar. Bila dibanding April 2015, impor migas turun 41,74%. Secara kumulatif, nilai impor pada Januari–April 2016 turun 13,44% menjadi US$42,72 miliar dibanding periode yang sama pada 2015. Kumulatif nilai impor terdiri dari impor migas US$5,26 miliar (turun 37,70%) dan nonmigas US$37,47 miliar (turun 8,44%). Peningkatan impor nonmigas terbesar pada April 2016 adalah golongan barang dari besi dan baja yang mencapai US$79,2 juta (34,59%), sedangkan penurunan terbesar terjadi pada impor golongan serealia sebesar US$169,4 miliar (43,82%). Bila dilihat dari 3 negara asal barang, impor nonmigas terbesar Januari–April 2016 adalah Tiongkok senilai US$9,65 miliar (25,76%), Jepang US$4,10 miliar (10,94%), dan Thailand US$3,05 miliar (8,15%). Impor nonmigas dari ASEAN mencapai pangsa pasar 22,49%, sementara dari Uni Eropa 9,59%. Sementara itu, pada Januari–April 2016 nilai golongan bahan baku/penolong mengalami penurunan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 15,38%. Begitu juga dengan impor barang modal yang turun 17,02%. Sebaliknya, impor golongan barang konsumsi meningkat 16,42%.@reza_indrayana