BI Sambut Baik Komite Keuangan Syariah

Jakarta, Obsessionnews – Langkah Presiden Joko Widodo yang akan membentuk Komite Keuangan Syariah disambut baik oleh Bank Indonesia. Menurut Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo, dengan adanya komite itu, kementerian dan lembaga bisa bersama-sama memikirkan pengembangan ekonomi syariah Indonesia di masa mendatang. "Komite ini nantinya bisa menyusun roadmap ekonomi syariah di Indonesia," ujarnya, Senin (16/5/2016). Agus berharap roadmap yang disusun itu nantinya bisa menumbuhkembangkan ekonomi syariah indonesia lebih baik lagi. Seperti diketahui, pembentukan Komite Nasional Keuangan Syariah diputuskan pada rapat kabinet terbatas yang dipimpin oleh Presiden Jokowi, awal tahun ini. Presiden Jokowi menjadi pimpinan sekaligus Dewan Pengarah dan beranggotakan para menteri dan Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Sementara itu, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan saat ini Indonesia aktif mengikuti program Islamic Sociality Fund Development (ISFD). Program itu merupakan semacam donor dana dari negara anggota Islamic Bank Development (IDB) ke negara anggota lainnya. "Kita sudah aktif dari beberapa tahun lalu dan kita berpatisipasi terus menjadi negara peminjam proyek infrastruktur dan pendidikan," ujarnya. Menkeu menjelaskan jumlah pinjaman yang didapatkan akan dibacakan pada waktu pembukaan IDB besok malam. Dalam acara itu yang akan menerima pinjaman itu adalah Menteri Perencanan Pembangunan Nasional. (Fath @imam_fath)





























