Presdir BCA Dinobatkan CEO Terbaik Tingkat Asia

Hanoi – Berkat konsisten melakukan pengembangan layanan perbankan, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) tak pernah berhenti mengukir prestasi manis di tingkat nasional dan internasional. Kali ini di tingkat Asia BCA menyabet penghargaan CEO Leadership Awards and Best Managed Banks and Retail Banker of the Year di Asian Banker Leadership Achievement Awards. Penghargaan tersebut dinobatkan kepada Presiden Direktur (Presdir) BCA Jahja Setiaatmadja di Hanoi, Selasa, 10 Mei 2016. Apresiasi ini diberikan kepada pemimpin-pemimpin bank yang berhasil mempertahankan posisi perusahaannya sebagai bank yang mampu mengembangkan bisnis dan konsep transaksi pembayaran. Jahja mengungkapkan, di tengah potensi bisnis perbankan, pemimpin perusahaan atau CEO menjadi sorotan berbagai pihak, mengingat tanggung jawabnya untuk mengembangkan perusahaan. “Begitu banyak pengalaman yang telah saya lalui bersama BCA, dan tentunya sebagai seorang pemimpin saya tidak berjalan sendiri. Segala prestasi dan pengembangan perusahaan merupakan bukti nyata dari semangat, kerja keras, dan kekompakan manajemen beserta seluruh karyawan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah,” kata Jahja dalam sambutannya saat menerima penghargaan itu di Hanoi. Selama ini BCA telah mengalami pengembangan yang pesat dan pencapainnya diakui melalui beragam penghargaan. Berdasarkan hasil penilaian dari Asian Banker Leadership Achievement Awards, BCA diakui mampu mempertahankan posisinya dalam memperkuat bisnis transaksi perbankan melalui jasa pembayaran, e-commerce, sampai kepada pengenalan konsep layanan perbankan elektronik. Selain itu BCA turut diapresiasi atas upayanya dalam mempromosikan inklusi keuangan di sektor ritel. Jahja mengatakan penghargaan ini tidak hanya memotivasinya, namun juga seluruh keluarga besar BCA untuk terus melakukan inovasi demi pengembangan perusahaan. “Sebagai bank yang fokus kepada peningkatan layanan kepada nasabah, kami pun terus berupaya melakukan berbagai inovasi sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan zaman masa kini,” tuturnya. Ia menambahkan, selain dapat memotivasi sekaligus meningkatkan kinerja BCA yang lebih baik, ia berharap penghargaan ini dapat menginspirasi perusahaan lainnya untuk dapat terus memberikan kemudahan dan kenyamanan dalam memenuhi kebutuhan perbankan para nasabah. Pemenang pada penghargaan ini telah diseleksi terlebih dahulu oleh juri-juri yang kompeten pada bidangnya. Pemimpin-pemimpin terpilih yang berasal dari berbagai bank di Asia dan telah menujukkan kompetensi terbaiknya dalam memajukan perusahaan. Acara penyerahan penghargaan ini dihadiri Advisory Council The Asian Banker Leadership Achievement Awards Alain Chevalier, Deputy Governor State Bank of Vietnam Nguyen Thi Hong, Former Chairman of House Financial Services Committee United States Congress Congressman Barney Frank, dan Chairman The Asian Banker Emmanuel Daniel. Sebelumnya Jahja mendapat berbagai penghargaan, antara lain Best CEO dalam Finance Asia Award’s: Asia’s Best Companies 2015, salah satu CEO Terbaik pilihan Harian Bisnis Indonesia, Best CEO, Asiamoney’s Best Executive 2015 pada Asiamoney Award 2015 di Hong Kong, Tokoh Perbankan Indonesia pada Anugerah Perbankan Indonesia 2015, Spoke Person of The Year 2015 pada PR People of The Year 2015, Indonesia Most Admired CEO, dan Marketeer of The Year. Jahja tak segan mengungkapkan secara gamblang rahasia di balik kesuksesan BCA menjadi bank terbesar di Indonesia dan terbesar ketiga se-Asia Tenggara, yakni belajar, belajar, dan belajar. “BCA mencoba mencari tahu kebutuhan dari masyarakat dan memberikan berbagai sarana dan kebutuhan untuk masyarakat dengan service yang sebaik-baiknya. Di era kompetisi yang semakin ketat, maka untuk menciptakan kepuasan dan loyalitas pelanggan, bukan lagi karena harga murah, tetapi karena kualitas yang prima, terutama kualitas pelayanan,” ujar Presdir BCA ini. Menurutnya, kesuksesan BCA bukan semata-mata karena perannya, tapi karena team work. Dia mengaku bagian dari team work. “Saya bukan super hero. Sebab, super hero hanya ada di film-film Amerika itu, yang bisa mengatasi semua,” tuturnya sambil tersenyum. Jahja memang mengutamakan team work. Untuk membuat team work yang bagus, katanya, harus bisa merangkul segala lapisan tenaga kerja sehingga bisa bersama-sama mendapatkan dukungan yang kuat. “Dan kalau team work itu terjaga dengan baik, sesuatu yang dikerjakan bersama pasti akan lebih mudah daripada mengandalkan satu-dua individu. Filosofi saya selalu demikian. Dan sejauh ini teman-teman bisa mendukung secara penuh. Dan hasil BCA ini adalah hasil team work, bukan karena ada super hero atau orang hebat,” cetusnya. (arh)





























