Khofifah: Ponpes Harus Siap Hadapi MEA

Khofifah: Ponpes Harus Siap Hadapi MEA
Surabaya, Obsessionnews - Ketua Umum PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa, menyatakan, santri - santri Pondok Pesantren (Ponpes) bisa menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) di seluruh Indonesia. Hal ini dikarenakan, keilmuan teknologi, kebangsaan, dan terutama agama sudah diajarkan di Ponpes. " Kalo ingin belajar kebangsaan ada pesantren, kalo belajar keilmuan teknologi ada di pesantren, saya minta Kiai dan Bu Nyai mengikhlaskan santri nya untuk belajar ilmu akademik," terangnya, usai menjadi pembicara nasional mengungkap peran pesantren untuk NKRI, Ponpes Bahrul Ulum Jombang, Minggu (15/5/2016). Kata Khofifah, MEA akan menjadi tantangan bagi semua masyarakat, dan termasuk kalangan Pesantren. Terlebih dengan dibukanya MEA, secara otomatis banyak tenaga kerja asing yang bekerja di Indonesia. "Pesantren harus siap, Hadratus Syech Wahab Hasbullah sudah memprediksi situasi saat ini 100 tahun lalu," imbuhnya. Untuk diketahui, saat ini kurang lebih 3 ribu tenaga kerja asing sudah bekerja di Jawa Timur. Dan diketahui 250 orang asing bekerja tidak sesuai ijin masuk dengan gaji dibawah UMK. Mereka berada di sejumlah perusahaan ring satu Jatim. (Rud)