Munaslub Golkar Sulit Lepaskan Politik Transaksional

Munaslub Golkar Sulit Lepaskan Politik Transaksional
‎Jakarta, Obsessionnews - Pengamat politik Universitas Padjadjaran, Idil Akbar, menilai politik transaksiaonal masih mendominasi dari kekuatan musyawarah nasional luar biasa Partai Golkar yang diadakan di Bali (14/5/2016) Idil belum sepenuhnya percaya, bahwa Munaslub akan akan berjalan dengan transparan tanpa ada politik uang. Meski konon kabarnya, Munaslub kali ini pengawasanya kuat dengan bentuknya Komite Etik, dan sumber dananya diambil gotong royong. "Calon yang berduit banyak akan bisa menjadi berpeluang besar sebagai ketum Golkar. Untuk itu, pengawasan Komite Etik menurut saya sudah menjadi kewajiban," kata Idil melalui pesan singkat. Sabtu (14/5/2016). Popularitas dan elektabilitas memang mempengaruhi kekuatan setiap masing-masing kandidat. Namun, faktor uang juga bisa menjadi penentu kemenangan kandidat. Dari delapan bakal calon yang akan bertanding, Setya Novanto menjadi calon terkaya. Berdasarkan laporan harta kekayaan yang diserahkan kepada panitia penyelenggara, kekayaan Novanto ialah 49.150 dollar AS dan Rp 114.769.292.837. "Yang jadi nilai tetap pada sejauh mana komitmen politik antara calon dan DPD bisa terjalin dan saling bersepakat," kata dia. Lebih jauh, ia mengatakan, politik transaksional yang mungkin terjadi tak hanya sebatas uang. Menurut dia, jabatan struktural di DPP juga dapat menjadi alat bargaining yang penting. (Albar)