Aklamasi di Munaslub Golkar Berbau Rekayasa

Jakarta, Obsessionnews - Niat kelompok tertetu yang menghendaki aklamasi dalam pemilihan ketua umum Partai Golkar di Munaslub, terkesan rekayasa dan bisa memberangus demokrati di Partai berlambang pohon beringin tersebut. Oleh karena itu, bakal calon ketua umum (caketum) Partai Golkar, Airlangga Hartarto, tidak sependapat dengan wacana aklamasi dalam musyawarah nasional luar biasa (Munaslub). Sebab, ia berharap pemilihan berlangsung tertutup. "Musyawarah mufakat pada dasarnya baik tapi dukungan terhadap delapan calon ini harus dilakukan secara tertutup di bilik suara," katanya, di Bali Sabtu (14/5/2016) Meski aklamasi diatur dalam AD/ART. Airlangga tetap mengharapkan hal itu tidak terjadi. Aklamasi bisa terjadi bila salah satu calon mendapat lebih 50 persen suara, setelah diadakan voting. Namun, ia menilai aklamasi terkesan rekayasa. "Makanya harus dikawal tidak minta macam-macam. Kita sepakat mengawal munaslub ini agar berjalan dengan berkeadilan, kredibel, tidak ada rekayasa dan masuk dalam pemilihan tertutup sehingga harapan publik tidak dikecewakan," katanya. Hal tersebut disampaikan Airlangga menyusul adanya wacana potensi aklamasi dalam pemilihan ketua umum Partai Golkar. Mufakat juga ditengarai bisa terjadi jika pada akhirnya ada calon yang mundur dan memilih mendukung caketum lainnya untuk maju. (Albar)





























