16 Pendukung Madrid Tewas Diserang Teroris di Irak

Irak - Aksi terorisme di Irak menewaskan sedikitnya 16 pendukung Real Madrid dan melukai lebih dari 20 orang lainnya. Kelompok militan ISIS menyerang sebuah kafe di Irak yang menjadi basis fan club Real Madrid, menewaskan 16 orang dan melukai lebih dari 20 lainnya. Berdasarkan laporan, peristiwa ini terjadi di sebuah kafe yang menjadi basis basis fan club Madrid di kota Balad, 80 km di sebelah utara Baghdad, pada Jumat (13/5) dini hari waktu lokal. Ofisial Irak menyatakan tiga pria bersenjatakan senapan mesin langsung menyerang dan menembaki orang-orang di kafe itu dan begitu polisi datang ke lokasi, dua pelaku meledakkan diri. Kelompok miitan ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. "Sekelompok teroris Islam, dari ISIS, memasuki kafe, dipersenjatai dengan AK-47, menembak secara acak ke arah siapa pun yang ada di dalam," kata Ziad Subhan selaku presiden fan club Madrid kepada AS. "Mereka tak menyukai sepakbola, mereka pikir itu anti-Muslim. Mereka begitu saja melakukan penyerangan seperti ini. Ini tragedi sangat buruk." Di situs resmi klub El Real melansir ucapan belasungkawa atas insiden ini, dan mengumumkan tim akan mengenakan ban hitam saat bertanding menghadapi tuan rumah Deportivo La Coruna pada laga terakhir La Liga Spanyol, Sabtu (14/5), sebagai tanda berkabung. "Klub mengekspresikan duka mendalam dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga dan kawan-kawan korban," demikian rilis Madrid. "Real Madrid menyampaikan seluruh solidaritasnya kepada warga Irak, yang menderita ketidakadilan teramat sangat dengan kekerasan ekstrem." "Sepakbola dan olahraga akan selalu menjadi ruang untuk bersama-sama dan tempat berkibarnya harmoni dan kedamaian dan tidak ada bentuk terorisme barbar akan mampu bersaing di dalamnya." "Hari ini Madridismo di seluruh dunia menangis untuk para suporternya yang tak akan pernah dilupakan." Sementara, La Liga juga menulis pernyataan simpati di Twitter. (goal.com)





























