Peringatan 12 Mei Bukan Aksi Demo, Ukrida Sunatan

Jakarta, Obsessionnews - Wakil Rektor Universitas Kristen Krida Wacana (Ukrida), Jakarta, mengapresiasi kegiatan aksi sosial yang terselenggara pada 9 - 13 Mei 2016. Menurutnya, berbeda dengan kebanyakan mahasiswa yang biasanya 12 Mei turun aksi ke jalan untuk mengenang tragedi berdarah 1998, mahasiswa Ukrida lebih memilih melakukan aksi sosial. [caption id="attachment_125418" align="alignleft" width="316"]
Dokter Ukrida bersama Wali Kota Jakarta Barat.[/caption] "Kami sangat mengapresiasi kegiatan aksi sosial ini. Biasanya kan momentum 12 Mei mahasiswa identik aksi tutun ke jalan. Tapi mahasiswa Ukrida lebih memilih aksi seperti melakukan penanaman pohon, donor darah dan sunatan masal. Saya pikir ini sangat bermanfaat untuk masyarakat," ungkap Wakil Rektor Ukrida Johannes Hudoyono pada Obsessionnews.com di GOR Tanjung Duren, Jumat (13/5/2016).
Ukrida bersama tujuh kelurahan se-Kecamatan Grogol Petamburam, BPK Penabur, Sinode Gereja Kristen Indonesia (GKI) Jabar, tokoh agama MUI bersama-sama menyukseskan kegiatan aksi sosial sebagai bentuk perhatian dan kepedulian terhadap masyarakat setempat. Rangkaian kegiatan yang telah diselenggarakan adalah Gro-Pet Cerdas, yakni pengadaan rak buku beserta buku bacaan yang diserahkan pada masing-masing Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Kemudian ada juga Gro-Pet Hijau pemberian 368 tanaman oleh GKI Jabar yang kemudian ditanam oleh mahasiswa Ukrida. Mereka juga membagikan 1.050 paket pada masyarakat, donor darah dan pelaksanaan sunatan masal. Puncak acara kegiatan adalah khitanan massal yang diikuti 90 orang anak, yang dilakukan oleh dokter-dokter Ukrida. Khitanan dilaksanakan di GOR Tanjung Duren, Kelurahan Tanjung Duren Utara, Jakarta Barat, Jumat (13/5) pukul 08.00-13.00 WIB.
Sementara itu Camat Petamburan Edy Mulyono mengatakan, acara aksi sosial sebagai bentuk kepedulian pemerintah yang melibatkan institusi di Kecamatan Grogol Petamburan. "Harapan kami ingin mempererat hubungan baik antara pemerintah, warga masyarakat, dunia pendidikan, alim ulama, serta tokoh agama se-Kecamatan Grogol Petamburan yang sudah terjalin," tuturnya. Kegiatan ditutup oleh Wali Kota Jakarta Barat Anas Effendi, tepatnya pukul 14.30 WIB. Dihadiri juga oleh pihak kepolisian, TNI serta institusi kecamatan dan kelurahan serta petugas Pelayanan Terpadu Prasarana dan Sarana Umun (PTPSU). (Asma, @asmanurkaida)
Dokter Ukrida bersama Wali Kota Jakarta Barat.[/caption] "Kami sangat mengapresiasi kegiatan aksi sosial ini. Biasanya kan momentum 12 Mei mahasiswa identik aksi tutun ke jalan. Tapi mahasiswa Ukrida lebih memilih aksi seperti melakukan penanaman pohon, donor darah dan sunatan masal. Saya pikir ini sangat bermanfaat untuk masyarakat," ungkap Wakil Rektor Ukrida Johannes Hudoyono pada Obsessionnews.com di GOR Tanjung Duren, Jumat (13/5/2016).
Ukrida bersama tujuh kelurahan se-Kecamatan Grogol Petamburam, BPK Penabur, Sinode Gereja Kristen Indonesia (GKI) Jabar, tokoh agama MUI bersama-sama menyukseskan kegiatan aksi sosial sebagai bentuk perhatian dan kepedulian terhadap masyarakat setempat. Rangkaian kegiatan yang telah diselenggarakan adalah Gro-Pet Cerdas, yakni pengadaan rak buku beserta buku bacaan yang diserahkan pada masing-masing Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Kemudian ada juga Gro-Pet Hijau pemberian 368 tanaman oleh GKI Jabar yang kemudian ditanam oleh mahasiswa Ukrida. Mereka juga membagikan 1.050 paket pada masyarakat, donor darah dan pelaksanaan sunatan masal. Puncak acara kegiatan adalah khitanan massal yang diikuti 90 orang anak, yang dilakukan oleh dokter-dokter Ukrida. Khitanan dilaksanakan di GOR Tanjung Duren, Kelurahan Tanjung Duren Utara, Jakarta Barat, Jumat (13/5) pukul 08.00-13.00 WIB.
Sementara itu Camat Petamburan Edy Mulyono mengatakan, acara aksi sosial sebagai bentuk kepedulian pemerintah yang melibatkan institusi di Kecamatan Grogol Petamburan. "Harapan kami ingin mempererat hubungan baik antara pemerintah, warga masyarakat, dunia pendidikan, alim ulama, serta tokoh agama se-Kecamatan Grogol Petamburan yang sudah terjalin," tuturnya. Kegiatan ditutup oleh Wali Kota Jakarta Barat Anas Effendi, tepatnya pukul 14.30 WIB. Dihadiri juga oleh pihak kepolisian, TNI serta institusi kecamatan dan kelurahan serta petugas Pelayanan Terpadu Prasarana dan Sarana Umun (PTPSU). (Asma, @asmanurkaida)




























