Menag: PTN Islam Jangan Jadi Civitas Politika Semata

Jakarta, Obsessionnews - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin kembali mengajak pimpinan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Islam, jangan jadi civitas politika semata. Tapi dikembangkan jadi civitas akademia yang berguna bagi kampus dan masyarakat luas. "Transformasi UIN, IAIN dan STAIN yang digulirkan dua dekade terakhir, akan kehilangan nilai substansi keadabannya, apabila terperangkap dalam politik kampus dan subkultur umat. Harus lebih fokus mengembangkan wawasan akademik dan memancarkan nalar intelektual yang memberi pencerahan di lingkungannya sendiri dan pencerahan kepada masyarakat luas,” tandas Menag saat melantik Rektor UIN Yogyakarta dan UIN Palembang serta Ketua STAIN Curup di Jakarta, seperti dilansir laman kemenag.go.id, Jumat (13/5/2016). Baca juga:Menag: Bangun Peradaban Lewat Pendidikan!Menag: Didiklah Siswa Dengan Kasih Sayang Menag Minta Guru-Dosen Kuasai Media DigitalUkraina Tawarkan Beasiswa ke Indonesia Anggota DPR Protes Beasiswa Dosen Dipangkas Politisi PPP itu minta agar PTN Islam harus eksis sebagai masyarakat ilmiah dan sekaligus membawa misi dakwah dan misi profetik dalam kehidupan bangsa kita. Juga jadi benteng terhadap sekularisasi dan dikotomi ilmu pengetahuan yang terjadi di berbagai tempat di dunia. Dalam kesempatan tersebut, kepada rektor UIN dan ketua STAIN yang baru dilantik, Menag menitipkan tiga hal;Pertama, UIN, IAIN dan STAIN harus memperhatikan standar keunggulan sebagai perguruan tinggi dalam segala bidang, fungsi dan aspeknya. “Untuk itu, seorang Rektor Universitas dan Ketua Sekolah Tinggi dalam memimpin perguruan tinggi harus mampu menggabungkan kekuatan nalar intelektual, nalar birokrasi dan nalar sosial,” kata Menag. Menag juga kembali menegaskan bahwa UIN, IAIN dan STAIN sebagai perguruan tinggi harus berperan sebagai agen penyelamat nilai-nilai kehidupan masyarakat. Perguruan tinggi, menurunya, harus menjadi oase moral dan sumbe energi intelektual yang dibutuhkan untuk perbaikan kehidupan masyarakat dan bangsa. @reza_indrayana





























