Dokter Ukrida Sunat 90 Anak Tidak Mampu

Jakarta, Obsessionnews - Puncak acara aksi sosial di Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, dilaksanakan khitanan massal yang diikuti 90 anak yang berasal dari masyarakat tidak mampu. Kegiatan digelar di GOR Tanjung Duren Barat pada pukul 08.00-12.00 WIB, Jumat (13/5/2016). "Kami prioritaskan dari keluarga anak yang tidak mampu, terutama dari petugas Pelayanan Terpadu Prasarana dan Sarana Umum (PTPSU) dan masyarakat lainnya," ungkap Camat Grogol Petamburam Eldy Mulyanto yang hadir di acara tersebut kepada Obsessionnews.com. Kegiatan sunatan diikuti oleh 7 kelurahan se-Kecamatan Grogol Petamburan. Sunatan dilakukan oleh dokter-dokter Universitas Kristen Krida Wacana (Ukrida) bekerja sama dengan puskesmas. [caption id="attachment_125418" align="alignleft" width="290"]
Dokter Ukrida bersama Wali Kota Jakarta Barat.[/caption] Menurut Edy, kegiatan bakti sosial dilakukan dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Jakarta. Selain itu bakti sosial juga dilakukan untuk memberdayakan masyarakat setempat terutama masyarakat yang tidak mampu. "Mudah-mudahan ini membantu baik dari sunatan massalnya maupun penghijauan di kecamatan," tuturnya. [caption id="attachment_125425" align="alignright" width="281"]
Wakil Rektor Ukrida Johannes Hudyono.[/caption] Edy mengaku kegiatan ini diprakarsai pemerintah setempat, polisi dan tentara. "Kami lakukan ini demi pemberdayaan masyarakat, mencerdaskan masyarakat, dan mendorong masyarakat sadar akan lingkungan hijau," ujarnya. Pada kesempatan itu Danramil 03 Grogol Petamburan Bahrul Hadi mengatakan, bakti sosial seperti ini akan terus dilaksanakan. "Semoga melalui kegiatan ini masyarakat menerima dengan positif," harapnya. Sedangkan peserta sunatan merasa senang dan tidak takut. "Saya tidak takut," kata Alif Kurniawan, 11 tahun.
Sementara itu, orangtua anak Marsinto dan Rahayu mengaku takut melihat anaknya yang masih kecil ikut sunatan. "Saya merasa takut, tapi anak saya malah senang. Sampai-sampai tadi malam saya tidak bisa tidur. Tapi saya merasa senang karena pemerintah setempat menyelenggarakan sunatan masal ini, setidaknya kami terbantu," kata petugas PTPSU Masristno. Di akhir acara sunatan massal, para peserta diberi bingkisan berupa baju kokoh dan uang transport. Selain itu mereka makan siang bersama perwakilan dari tokoh agama. Selain sunatan, kegiatan sosial lainnya adalah Gro-Pet Cerdas, yakni pengadaan rak buku cerdas beserta buku bacaan oleh Penabur Secondary Tanjung Duren yang diserahkan di masing-masing Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Kemudian Gro-Pet Hijau dengan pemberian 368 tanaman oleh Sindo GKI Jabar yang kemudian ditanam oleh mahasiswa Ukrida, serta pembagian 1.050 paket sembako, donor darah, dan sunatan massal. (Asma, @asmanurkaida)
Dokter Ukrida bersama Wali Kota Jakarta Barat.[/caption] Menurut Edy, kegiatan bakti sosial dilakukan dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Jakarta. Selain itu bakti sosial juga dilakukan untuk memberdayakan masyarakat setempat terutama masyarakat yang tidak mampu. "Mudah-mudahan ini membantu baik dari sunatan massalnya maupun penghijauan di kecamatan," tuturnya. [caption id="attachment_125425" align="alignright" width="281"]
Wakil Rektor Ukrida Johannes Hudyono.[/caption] Edy mengaku kegiatan ini diprakarsai pemerintah setempat, polisi dan tentara. "Kami lakukan ini demi pemberdayaan masyarakat, mencerdaskan masyarakat, dan mendorong masyarakat sadar akan lingkungan hijau," ujarnya. Pada kesempatan itu Danramil 03 Grogol Petamburan Bahrul Hadi mengatakan, bakti sosial seperti ini akan terus dilaksanakan. "Semoga melalui kegiatan ini masyarakat menerima dengan positif," harapnya. Sedangkan peserta sunatan merasa senang dan tidak takut. "Saya tidak takut," kata Alif Kurniawan, 11 tahun.
Sementara itu, orangtua anak Marsinto dan Rahayu mengaku takut melihat anaknya yang masih kecil ikut sunatan. "Saya merasa takut, tapi anak saya malah senang. Sampai-sampai tadi malam saya tidak bisa tidur. Tapi saya merasa senang karena pemerintah setempat menyelenggarakan sunatan masal ini, setidaknya kami terbantu," kata petugas PTPSU Masristno. Di akhir acara sunatan massal, para peserta diberi bingkisan berupa baju kokoh dan uang transport. Selain itu mereka makan siang bersama perwakilan dari tokoh agama. Selain sunatan, kegiatan sosial lainnya adalah Gro-Pet Cerdas, yakni pengadaan rak buku cerdas beserta buku bacaan oleh Penabur Secondary Tanjung Duren yang diserahkan di masing-masing Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Kemudian Gro-Pet Hijau dengan pemberian 368 tanaman oleh Sindo GKI Jabar yang kemudian ditanam oleh mahasiswa Ukrida, serta pembagian 1.050 paket sembako, donor darah, dan sunatan massal. (Asma, @asmanurkaida)




























