Kurangi Efek Buruk Gadget Dengan Membuat Film Pendek

Kurangi Efek Buruk Gadget Dengan Membuat Film Pendek
Beberapa siswa nampak gugup saat disuruh berakting di depan kamera. Satu dari mereka berupaya mempertontonkan adegan percakapan. Alih-alih serius, malah guyonan terlontarkan selama drama berlangsung.Semarang, Obsessionnews - Situasi diatas bukan sekedar drama biasa. Namun, para murid SMA Sultan Agung 1 Semarang itu tengah membuat sebuah film pendek dalam acara "Smartphone for Smart Generations" yang diselenggarakan sejumlah mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik D3 Public Relations Undip 2014. Ratusan pelajar itu diberikan pemahaman mengenai pemanfaatan gadget yang menjadi keseharian mereka, agar lebih bermanfaat, tak sekedar hanya untuk selfie dan bermain game saja. "Jadi kami disini ingin memberikan pengertian lebih, bahwa gadget seperti handphone, tablet tidak cuma buat senang-senangan saja. Tapi juga bisa buat untuk hal lain," kata Adam Yolanda, ketua panitia acara kepada obsessionnews.com, Kamis (12/5/2016). Materi yang diajarkan mulai dari cara fotografi menggunakan smartphone, sampai cara membuat film pendek. Ternyata, smartphone juga bisa digunakan untuk mendulang rupiah bagi para pelajar. "Jadi semisal melalui youtube. Jika yang nonton banyak, bisa dicairkan lewat rekening. Apalagi kalau banyak subscribernya," ujarnya. "Terlebih, pengaruh smart gadget di kehidupan sosial remaja (psikologi) cukup bahaya, terutama jika sudah kecanduan internet. Sehingga hal itu harus diarahkan," sambung dia. Selain membuat film pendek, acara juga diisi dengan tutorial fotografi secara manual dengan menggunakan smartphone. Sehingga, handphone yang biasa dibawa pelajar dapat lebih berfungsi dari sekedar teknologi chat atau telefon. "Khusus untuk tutorial fotografi, kami menggandeng komunitas Cofer One yang langsung mengajari satu persatu siswa. Biar ga asal cekrek aja kalau motret," pungkas dia terkekeh. Acara diakhiri dengan berbagai games yang berisi pesan positif dan negatif dari penggunaan gadget. Kampanye kehumasan ini diharapkan mampu merubah pola pikir pelajar menjadi lebih kreatif. (Yusuf IH)