Caketum Golkar Jangan Gunakan Cara-cara PKI

Caketum Golkar Jangan Gunakan Cara-cara PKI
Jakarta, Obsessionnews - Ketua Umum Komunitas Keluarga Besar Angkatan 1966 (KKB 66) Binsar Effendi Hutabarat menyoroti adanya perilaku menghalalkan cara oknum calon ketua umum (caketum) Partai Golkar yang bakal bertarung dalam perhelatan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Golkar di Nusa Dua Bali pada 14-16 Mei mendatang. “Adanya kelakuan menghalalkan segala cara dengan isu banyaknya pengurus daerah yang dipecat menjelang Munaslub Golkar. Mereka lalu diganti dengan pelaksana tugas (Plt) yang diarahkan mendukung caketum tertentu. Adalah cara-cara PKI yang senang memecah belah ketimbang bersatu. Padahal Munaslub diadakan agar ada persatuan kembali antara dualisme kepemimpinan sebelumnya, bukan malah sama mengulangi,” kata Binsar Effendi, Rabu malam (11/5). Ketua FKB KAPPI 66 ini juga menyoroti adanya isu kalau Presiden Jokowi mendukung salah seorang kandidat tapi sudah dibantah Seskab Pramono Anung. “Sebaiknya juga perlu diwaspadai oleh para pemilik suara, jika Golkar tidak ingin nyungseb (jatuh- red) menjadi partai buncit dalam Pemilu 2019. Sebab publik juga tahu, jika mantan Ketua DPR itu senangnya bikin gaduh. Buktinya ada demo warga masyarakat dari dapilnya yang menentang agar jangan dipilih menjadi ketua umum,” ungkapnya. Kegaduhan jelang munaslub dari pantauan Eksponen 66, juga dibuat oleh seorang caketum yang kini menjabat Ketua DPR. Konon pertemuan di sebuah hotel di bilangan Kuningan, Jakarta,  dengan DPD Kalimantan Barat meski oleh tim suksesnya dibantah. “Menambah panjang kegaduhan publik yang sedang menaruh antusias terhadap perhelatan demokrasi partai beringan ini. Pasalnya, komite etik sendiri sudah mengantongi photo pertemuan tersebut meski dibantah. Hal-hal seperti ini membuat keinginan banyak pihak agar Munaslub Golkar berjalan mulus, tetap dihantui oleh nafsu sahwat elitenya yang ingin berkuasa di partai. Ini justru bakal merusak, bukan membangkitkan Golkar dari keterpurukan,” ungkap Binsar Effendi. Kordinator Polhukkam KKB 66 Bobby Beng Floris menyerukan agar para pemimpin Partai Golkar dari tingkat I dan tingkat II hendaknya memilih caketum dengan mata hati, akal sehat dan rasa sadar, jika Golkar ke depan itu tantangannya luar biasa. “Jangan karena ada energi sesaat dari sang caketum lalu tanpa pikir panjang bak kerbau dicucuk hidung, lalu pilih sang caketum tersebut. Padahal hanya bisa ngomong, hanya bisa siram duit, sementara kelakuannya tidak lagi sesuai dengan apa yang dikampanyekan,” tegasnya. (Ars)