Ridwal Kamil: Saya Bekerja Hanya Sebagai Wali Kota Tak Punya Usaha Lain

Ridwal Kamil: Saya Bekerja Hanya Sebagai Wali Kota Tak Punya Usaha Lain
Bandung, Obsessionnews - Selasa (11/5/2016), Wali Kota Bandung M Ridwan Kamil beserta istri Atalia Praratya menerima BPS (Badan Pusat Statistik) terkait kegiatan nasional sensus ekonomi 2016 di Pendopo jalan Dalem Kaum Bandung. Kedatangannya BPS untuk mendata perihal kegiatan ekonomi dilingkungan pendopo maupun lingkungan keluarga Wali Kota Bandung. Usai diberikan beberapa pertanyaan oleh BPS mengenai kegiatan ekonomi di lingkungan pendopo Ridwan mengatakan. "Di lingkungan pendopo ini murni semua bekerja, tidak ada jual beli ekonomi," tuturnya. Ridwan menambahkan, lingkungan pendopo juga tidak disewakan kepada siapapun. "Wilayah pendopo ini digunakan untuk rapat pemerintah kota dengan pihak lain maupun menerima tamu dari berbagai macam instansi, baik luar maupun dalam negeri" katanya. Mengenai pribadinya, selama menjabat sebagai wali kota ia belum pernah membuka usaha apapun. "Saya 100 persen murni Wali Kota tidak membuka usaha baik kecil maupun besar,"ujar ridwan. Disamping itu, istri Wali Kota Atalia Praratya menjawab perihal kegiatan ekonomi dalam keluarganya. Hanya anak ke-2 Wali Kota Bandung mempunyai usaha kerajinan gelang yang dijualnya langsung, namun anak beliau menjual kerajinan tersebut sifatnya musiman. "Anak saya yang bungsu ini, suka jual kerajinan seperti gelang tapi musiman, jadi apabila musimnya sedang buming ya di buat lalu di jual. Tapi kalo tidak musim ya tidak menjual sama sekali," kata Athalia. Dalam kedatangannya, Visitor sensus ekonomi 2016 Acep Irfan, memberikan penjelasan dengan diadakannya sensus ekonomi ini bertujuan untuk mendata seluruh usaha di wilayah Kota Bandung. "Dengan didatanya menggunakan sensus ekonomi ini memberikan data yang nyata. Sehingga apa yang dilakukan oleh pengusaha kecil atau besar sudah tercatat oleh kami," ujarnya. Acep menambahkan, meminta bantuan kepada pak Wali Kota untuk menyuruh kepada pengusaha besar agar memberikan datanya seperti pengeluaran, penghasilan dalam usahanya tersebut. "Kita tinjau pengusaha kecil cukup mudah untuk memberikan datanya dibandingkan pengusaha besar, sehingga kita meminta bantuan pak Wali untuk menekankan kepada pengusaha besar agar memberikan data-data secepat dan sebenar mungkin," pungkasnya. (Dudy Supriyadi)