Mahyudin Kecam Caketum Golkar Bertemu Pemilik Suara

Jakarta, Obsessionnews – Komite Etik Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar melarang calon ketua umum (caketum) mengadakan pertemuan tertutup dengan pemegang hak suara sejak 7 Mei 2016. Namun, ternyata ada caketum yang melanggar peraturan tersebut. Caketum Mahyudin mengecam ulah caketum tersebut yang tidak patuh pada peraturan. Mahyudin menilai pertemuan itu sebagai pengkondisian pra Munaslub. “5. Karena sudah disampaikan, sejak resmi sebagai kandidat caketum memang sudah tidak diperbolehkan bertemu pemilik suara,” tulis Wakil Ketua MPR ini di akun Twitternya, @Mahyudin_MM, Rabu (11/5/2016). Seperti diketahui petugas Komite Etik Munaslub Golkar melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap caketum Ade Komarudin yang melakukan pertemuan tertutup dengan petinggi DPD Golkar Kalimantan Barat (Kalbar) di sebuah hotel di Jakarta, Selasa (10/5). "Tadi siang petugas menangkap tangan adanya pertemuan antara calon AK dengan DPD Kalbar," kata Ketua Komite Etik Fadel Muhammad saat dihubungi, Selasa (10/5). Petugas Komite Etik yang datang bersama dua staf menghampiri Ade dan menyampaikan bahwa sudah peraturan etik yang melarang adanya pertemuan caketum dengan DPP, DPD I dan II selaku pemegang hak suara pemilihan di luar agenda Steering Committee yang ditentukan. "Kami panggil mereka dan sudah disampaikan bahwa sejak Komite Etik terbentuk pada tanggal 7 Mei kemarin, tidak boleh lagi ada pertemuan yang tertutup dengan pemegang hak suara," kata Fadel. Munaslub Golkar yang akan digelar di Nusa Dua, Bali, 15-17 Mei 2016, diikuti delapan caketum, yakni Setya Novanto, Ade Komarudin, Aziz Syamsuddin, Mahyudin, Priyo Budi Santoso, Airlangga Hartanto, Indra Bambang Utoyo, dan Syahrul Yasin Limpo. (arh, @arif_rhakim)Baca Juga:Selamat Datang Soeharto Muda di Munaslub GolkarMahyudin Klaim Arus Bawah Dukung Golkar Gabung Pemerintah‘Money Politics’ Jatuhkan Marwah GolkarDukungan Keluarga Cendana Untuk Ade Komarudin Pimpin GolkarMengalir Deras Dukungan Untuk Aziz Syamsuddin Pimpin GolkarSoeharto, Keluarga Cendana, dan Munaslub GolkarPasti Kalah, Alasan Tommy Ogah Maju Caketum GolkarTommy Soeharto Tak Mau Lakukan Politik Uang‘Timing’-nya Kurang Tepat, Tommy Batal Maju Caketum Golkar





























