Ini Bedanya Korek Api Tokai Palsu dan Asli

Semarang, Obsessionnews - Maraknya peredaran korek api merek Tokai palsu di Jawa Tengah yang berhasil diungkap Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah baru-baru ini membuat masyarakat harus bisa membedakan antara asli dengan abal-abal. Manager Marketing PT Tokai Dharma Indonesia, Muhammad Rosyid selaku produsen korek api Tokai membeberkan sejumlah ciri korek api, terutama kardus pembungkus yang orisinil buatan perusahaan. "Kalau kardus yang asli ada segel stiker khusus dari perusahaan. Sedangkan yang palsu stiker biasa. Disamping itu kecerahan warna kardus juga terlihat kontras jika diperhatikan lebih detail," kata dia dalam gelar perkara pemusnahan korek api di Tembalang, Semarang, Rabu (11/5/2016).
Dilihat dari koreknya, korek api asli memiliki gelang karet pengaman warna hitam di dalam kepala korek. Sedangkan korek api palsu mempunyai gelang warna merah. Disamping itu, pada bagian badan korek asli mulus tanpa cekungan. "Kalau diperhatikan, yang palsu di bagian badan korek, ada garis lurus dan terasa cekung. Yang asli rata," jelasnya. Sementara di bagian bawah korek, terdapat kode khusus dari perusahaan bertuliskan kode seperti OKT dan nomor seri. Khusus untuk korek yang beredar di Indonesia Timur, berbentuk miring di kepala korek dan gasnya berwarna. "Korek khusus Indonesia Timur itu bentuknya miring. Yang palsu warna gasnya hitam dan seringkali badan koreknya yang diwarnai, bukan gasnya," papar dia.
Menurut, beredarnya korek ini membahayakan. Selain sering macet, korek api palsu juga tidak memiliki bahan pengaman yang sesuai dengan SNI. Hal tersebut sangat beresiko saat digunakan pengguna. "Bahaya. Bisa-bisa meledak karena bahannya beda. Semisal meledak dan membuat kecelakaan kan imbasnya ke kami juga,"tandasnya. Ia pun berharap, masyarakat bisa membedakan antara korek api palsu dengan yang asli. Sehingga, peredaran korek api palsu ini bisa terhenti dan tidak menyebar hingga luar daerah. (Yusuf IH)
Dilihat dari koreknya, korek api asli memiliki gelang karet pengaman warna hitam di dalam kepala korek. Sedangkan korek api palsu mempunyai gelang warna merah. Disamping itu, pada bagian badan korek asli mulus tanpa cekungan. "Kalau diperhatikan, yang palsu di bagian badan korek, ada garis lurus dan terasa cekung. Yang asli rata," jelasnya. Sementara di bagian bawah korek, terdapat kode khusus dari perusahaan bertuliskan kode seperti OKT dan nomor seri. Khusus untuk korek yang beredar di Indonesia Timur, berbentuk miring di kepala korek dan gasnya berwarna. "Korek khusus Indonesia Timur itu bentuknya miring. Yang palsu warna gasnya hitam dan seringkali badan koreknya yang diwarnai, bukan gasnya," papar dia.
Menurut, beredarnya korek ini membahayakan. Selain sering macet, korek api palsu juga tidak memiliki bahan pengaman yang sesuai dengan SNI. Hal tersebut sangat beresiko saat digunakan pengguna. "Bahaya. Bisa-bisa meledak karena bahannya beda. Semisal meledak dan membuat kecelakaan kan imbasnya ke kami juga,"tandasnya. Ia pun berharap, masyarakat bisa membedakan antara korek api palsu dengan yang asli. Sehingga, peredaran korek api palsu ini bisa terhenti dan tidak menyebar hingga luar daerah. (Yusuf IH) 




























