Pilot Lion Demo, Manajemen Bantah

Pilot Lion Demo, Manajemen Bantah
Jakarta, Obsessionnews - setelah ramai dikabarkan pilot Lion Air melakukan aksi demonstrasi dengan mogok terbang akibat kendala gaji, sejak Selasa pagi (10/5/2016), manajemen PT Lion Mentari Airlines (Lion Air) akhirnya angkat bicara. Direktur Umum Lion Air, Edward Sirait membantah akan terjadinya delay di beberaoa rute penerbangan akibat demonstrasi para pilot. “Tidak ada pilot mogok, kabar tersebut sengaja dihembuskan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” Ujar Edwar, Senin (2/9/2013). Ia menuturkan bahwa kisruhnya jadwal keberangkatan di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng pada Minggu (1/9/2013) kemarin disebabkan efek domino dari rute Denpasar. Sejumlah pegawai dan beberapa pilot maskapai low cost carrier tersebut tidak masuk karena sakit, sehingga terjadi pengalihan pegawai dari beberapa daerah. Ia mengklaim bahwa isu demonstrasi pilot tersebut disebabkan persaingan ketat bisnis. "Isu demonstrasi pilot ini murni soal persaingan bisnis," ujar Edward. Namun, dia enggan menyebutkan lawan bisnis yang dimaksud. Dari isu yang berkembang, seperti pembayaran gaji pilot yang terlambat sehingga menimbulkan gejolak serta hengkangnya 35 pilot karena soal kesejahteraan dianggap tidak terjadi dalam perusahaannya. "Tidak ada yang terbukti soal dua isu tersebut. Pilot sudah mendapatkan gaji setiap tanggal 31 tiap bulannya, Soal gaji pilot di Lion tidak pernah ada masalah," katanya. Sementara itu dikatakan hanya isu belaka, namun salah satu pilot Lion Air mengaku mogok terbang tersebut memang benar terjadi. "Ada sekitar ratusan pilot yang mogok. Kami memperjuangkan hak atas uang transport yang telat ditransfer," ujar DR seorang pilot Lion Air kepada wartawan. Lion Air delay DR melanjutkan, Lion Air memberlakukan sistem reimburse untuk uang transport. Padahal, dalam kontrak uang transport tersebut seharusnya Lion Air melakukan pembayaran di muka. hingga pada sekitar pukul 10.00 WIB para pilot yang mogok akhirnya menerima uang transport mereka yang ditransfer oleh manajemen. Kemudian setelah itu para pilot mulai bekerja seperti biasa. Aksi demonstrasi tersebut hingga kini masih mempengaruhi beberapa Bandar Udara, seperti Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, Bali, Mogoknya awak pesawat yang berdampak pada operasional di Bali itu terjadi sejak pukul 06.00 WITA hingga 13.00 WITA. Hingga pukul 13.00 WITA operasional yang belum terbang itu terjadi untuk tujuan Denpasar-Surabaya JT-929 yang seharusnya terbang pukul 06.10 WITA, JT-927 rute Denpasar-Aceh pukul 08.55 WITA, JT-746 Denpasar-Makassar pukul 10.30 WITA. Selain itu penerbangan tertunda terjadi pada rute JT-031 Denpasar-Jakarta seharusnya terbang pukul 09.45 WITA namun molor menjadi pukul 11.22 WITA, JT-805 dari Denpasar menuju Surabaya seharusnya terbang pukul 08.45 Wita molor menjadi 11.20 WITA. Selain Bandar Udara Ngurah Rai, Bali. Keterlambatan jadwal penerbangan juga terjadi di Bandara Meda, serta tiga penerbangan yang tertunda dengan destinasi Padang, Aceh dan Bandung. Sementara itu Bandar Udara Adisutjipto Yogyakarta terlihat normal atau tidak terkena imbas dari keterlambatan penerbangan. Hingga saat ini Lion Air memiliki 1.200 pilot. Pilot domestik sebanyak 1.000, sedangkan sisanya pilot asing.(Aprilia R/TR)