Kerennya Kerajinan Unik di Difable Fair 2016

Kerennya Kerajinan Unik di Difable Fair 2016
Semarang, Obsessionnews – Puluhan penyandang disabilitas dengan bangga memamerkan hasil karya mereka ke publik dalam Difable Fair 2016 yang digelar di Kampoeng Semarang, Selasa (10/5/2016). Tidak disangka, berbagai macam kerajinan unik bisa dibuat mereka yang notabene memiliki kekurangan fisik. Acara berlangsung sejak pagi sekitar pukul sembilan hingga siang hari. Acara diinisiasi oleh Efata Rumah Pintar Anak Berkebutuhan Khusus Gangguan Pendengaran selaku yayasan yang menampung dan membina para disabilitas. Pembina Efata, Windi Aria Dewi mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk memperlihatkan bahwa penyandang disabilitas juga bisa berkarya sebagaimana orang normal ”Tujuannya untuk memamerkan hasil karya difabel yang sebenarnya mereka mempunyai skill dalam bidang membuat aneka macam ketrampilan dari bahan daur ulang, semisal dari kertas koran, simcard bekas,” kata dia. Tak hanya pameran bagi orang dewasa saja, belasan lukisan hasil karya anak-anak disabilitas dari Rumah Pintar Anak Berkebutuhan Khusus juga turut dipajang. Selain itu, ada pula pameran foto dari seorang mahasiswa Udinus bernama Kristianto Harsadi yang memiliki gangguan pendengaran. Menurutnya, selain sebagai ajang memamerkan hasil karya, Disable Fair juga disodorkan bagi masyarakat Semarang untuk membeli hasil karya mereka. “Jadi kami sangat senang sekali kepada Kampoeng Semarang yang memberikan kesempatan pada kita,” paparnya. Difable Fair1 Sementara salah seorang pengrajin, Agung Setiyabudi mengaku sangat antusias dengan digelarnya Disable Fair. Ia sendiri menyajikan kerajinan berupa diorama dari sim card bekas. Butuh waktu seminggu untuk membuat sebuah mainan berbagai bentuk dari bahan-bahan daur ulang. “Bahannya macam-macam. Ada yang dari kartu bekas, tutup plastik, jam bekas, termasuk sampah elektronik juga seperti komputer dan lainnya. Dikait-kaitkanlah,” kata dia. Soal ide, ia sering mendapat inspirasi darimana saja. Termasuk kadang Agung mencari ide dengan berselancar di dunia maya untuk memancing kreatifitas. “Setelah itu saya modifikasi sendiri supaya jadi original buatan saya,” sambungnya. Agung mematok harga terbilang murah. Cukup merogoh kocek, Rp 35 ribu maka pembeli sudah bisa membawa satu buah mainan dari bahan bekas itu. Harga termahal? Rp 1 juta bagi mainan dengan tingkat kerumitan tinggi. Ia membuka pintu bagi siapa saja yang ingin memesan hasil karyanya lewat jejaring Facebook di Nekatzz Craft. (Yusuf IH)