HT Bantah Ajukan Proposal Ke Ahok Soal Pembangunan Apartemen Kemang

Jakarta, Obsessionnews - Tanggal 14 April 2016 akun twitter yang diduga milik Dede Budhyarto telah mengupload serangkaian kalimat yang mengatakan CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo (HT) memerintahkan Media miliknya untuk menyerang Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Akun itu juga disebutkan bahwa ada perintah HT untuk melakukan penyerangan kepada Ahok karena dua hal, yakni proposal HT terhadap lahan untuk pembangunan apartemen di Kemang dan proposal HT untuk pasang iklan di 2.000 titik di sekitar Halte Bus Transjakarta tidak disetujui Ahok. Menanggapi hal itu, Ketua Umum (Ketum) DPP LBH Perindo, Ricky Margono menyatakan hal-hal yang disampaikan oleh akun tersebut bohong. "Yang disampaikan akun tersebut adalah bohong besar, menjurus arah fitnah dan pencemaran nama baik," ujar Ricky di gedung Bareskrim, Jakarta Selatan, Selasa (10/5/2016). Dia menjelaskan, HT tidak pernah mempunyai lahan untuk apartemen di Kemang, juga membangun apartemen di Kemang. "Apalagi mengajukan proposal ke Ahok," tegas Ricky. Menurut Ricky, untuk membuktikan hal itu, dia mempersilahkan untuk melacak laporan keuangan resmi seluruh perusahaan yang tergabung dalam MNC Group. Terutama yang sudah berstatus perusahaan terbuka dan silahkan lacak ke Badan Pertahanan Nasional (BPN), untuk perusahaan yang belum berstatus terbuka, juga silahkan lacak diseluruh jajaran Pemda DKI. "Apakah ada permohonan ijin untuk membangun apartement di Kemang yang diajukan oleh MNC Group," jelasnya. Terkait dengan tuduhan proposal HT untuk pasang iklan di 2000 titik disekitar halte Busway, ini suatu bentuk kebohongan yang lain. "Tidak pernah ada propisal HT untuk pasang iklan di 2000 titik sekitar halte busway," pungkasnya. (Purnomo)





























