Haryu Tanoe: Ekonomi Kerakyatan Saat Ini Tidak Tepat

Surabaya, Obsessionnews - Ketua Umum DPP Partai Perindo, Hari Tanoesudibyo menegaskan, jika program ekonomi kerakyatan yang dibangun pemerintah telah gagal. Ini disampaikan Selasa (10/5/2016), di hadapan kader yang menghadiri Rapat Koordinasi verifikasi internal dan pelantikan DPRt Perindo se-Surabaya. " Seharusnya (Kebijakan ekonomi) pemerintah menjadi wasit, tapi sekarang wani piro...wani piro....Pengusaha besar, dan kecil semakin jauh jaraknya," terang HT di Surabaya. Kenapa Partai Perindo mengkritisi ekonomi? Saat ini, Indonesia pendapatan masyarakatnya berada 30 persen batas minimum negara maju. Dalam membangun ekonominya Indonesia kurang tepat sasaran. Kata HT, penopang ekonomi sekarang ini hanya sebagian kecil masyarakat Indonesia. Bahkan, Perindo mencatat, hanya 10 kota besar perputaran ekonomi masih dibilang stabil, dan selebihnya berada di daerah masih dalam kondisi terpuruk. Menyoal pondasi mengarah ke perbaikan ekonomi, HT menyoroti perihal pendidikan yang masih sulit didapat oleh masyarakat. "Menjadikan Indonesia lebih cepat maju, ini adalah misi Partai Perindo. Sekolah gratis sampai perguruan tinggi. Sd sampai sma aja berantakan," imbuhnya. Dalam rapat koordinasi kali ini diikuti sebanyak 163 DPRt (Dewan Pengurus Ranting) yang berada di 31 DPC se Surabaya. Lanjut HT, untuk saat ini Partai Perindo sudah mengesahkan 4699 DPC, dan di Pulau Jawa sudah 100 persen. (Rud)





























