Ada Tangan-tangan Asing Di Dalam Negeri Mau Hancurkan Indonesia

Jakarta, Obsessionnews - Mantan Kasum TNI Letjen TNI (Purn) Johannes Suryo Prabowo yang kini merapat ke Partai Gerindra, mengingatkan Pemerintah RI harus berpihak kepada pribumi, karena sekarang ini semuanya sudah dimiliki asing, bahkan ada wacana orang asing cukup punya paspor bisa membeli tanah/apartemen. “Kita sudah dijajah oleh bangsa kita sendiri, anak muda harus bangkit, di daerah terpencil sudah masuk kelompok kelompok militan, jika anak mudanya hanya mau menikmati kemewahan saja ya tinggal tunggu waktunya saja,” paparnya dalam orasi di Gedung Kebangkitan Nasional, Jakarta Pusat, Senin (9/5/2016). “Musuh menggunakan cara yang murah memerangi Indonesia, cukup gunakan proxy komprador atau tangan tangan mereka di dalam negeri untuk menghancurkan Indonesia, siapa saja mereka? Orang yang mudah dibodohi dan ditawarkan kebebasan mutlak, bebas berekspresi dan jaminan ekonomi,” ungkap Suryo Prabowo. “Proxy war dilakukan dengan cara tidak langsung, dalam sejarah pemberontakan di NKRI selalu ada orang asing yang terlibat, pasti selalu melibatkan negara besar, TNI hanya bisa mengingatkan bukan untuk bertindak, sepanjang bukan kekuatan agresor TNI tidak akan bertindak,” tambahnya.
Ia membeberkan, pertempuran di Suriah adalah antara Amerika dengan Russia, sedang di Indonesia adalah perang antara Amerika dan China, cara legal agresor masuk ke suatu negara adalah dengan alasan kemanusiaan. “Ingat kita harus sadar Indonesia sedang berperang bukan bertempur. Perang semesta adalah pernyataan perang non militer, menggunakan semua kekuatan,” tandasnya. Purnawirawan jenderal bintang tiga ini juga menegaskan, tanpa diinvasi agresor kita sudah kalah perang di bidang: 1. Ideologi, Pancasila 2. Politik, Liberal 3. Ekonomi, SDA habis, Utang LN 4. Sosial Budaya, kita sudah kehilangan budaya, bangga dengan Arab, Bule, Korea, anak muda kita lebih bangga dengan mereka Menurutnya, cara memenangkan proxy war adalah dengan meningkatkan kualitas pendidikan, kesejahteraan, kepastian hukum, kita harus tegas dan berani menentukan. “Anda harus berani menyampaikan mana yang benar dan mana yang salah, jangan lagi mlempem, bersatu membangun identitas dan integritas bangsa,” tutur Tim Sukses Prabowo Subianto dalam Pilpres 2014 ini. Suryo Prabowo menyerukan, jangan memonopoli kebenaran, ilmu apapun tidak ada yang benar kecuali matematika, tidak ada kebenaran yang benar-benar benar yang ada hanyalah kebenaran yang dibenar-benarkan. “Jangan sampai Indonesia dijajah Cina, ribuan buruh di PHK di dalam negeri tetapi kok mengimport ribuan buruh dari Cina dan digaji besar, Bangkitlah Indonesiaku!” serunya. Diharapkan pula, satu orang bertindak lebih baik dari 100 orang yang berkomitmen dan sering berkomentar. “Saat ini kan orang kita lebih seneng jadi antek asing/aseng, tidak mau mandiri dan lebih bangga menjadi proxy nya asing dan aseng, kita lihat satu keluarga saja sudah tidak kompak, nah tugas kita sekarang untuk menyadarkan mereka,” pungkasnya. (Red)
Ia membeberkan, pertempuran di Suriah adalah antara Amerika dengan Russia, sedang di Indonesia adalah perang antara Amerika dan China, cara legal agresor masuk ke suatu negara adalah dengan alasan kemanusiaan. “Ingat kita harus sadar Indonesia sedang berperang bukan bertempur. Perang semesta adalah pernyataan perang non militer, menggunakan semua kekuatan,” tandasnya. Purnawirawan jenderal bintang tiga ini juga menegaskan, tanpa diinvasi agresor kita sudah kalah perang di bidang: 1. Ideologi, Pancasila 2. Politik, Liberal 3. Ekonomi, SDA habis, Utang LN 4. Sosial Budaya, kita sudah kehilangan budaya, bangga dengan Arab, Bule, Korea, anak muda kita lebih bangga dengan mereka Menurutnya, cara memenangkan proxy war adalah dengan meningkatkan kualitas pendidikan, kesejahteraan, kepastian hukum, kita harus tegas dan berani menentukan. “Anda harus berani menyampaikan mana yang benar dan mana yang salah, jangan lagi mlempem, bersatu membangun identitas dan integritas bangsa,” tutur Tim Sukses Prabowo Subianto dalam Pilpres 2014 ini. Suryo Prabowo menyerukan, jangan memonopoli kebenaran, ilmu apapun tidak ada yang benar kecuali matematika, tidak ada kebenaran yang benar-benar benar yang ada hanyalah kebenaran yang dibenar-benarkan. “Jangan sampai Indonesia dijajah Cina, ribuan buruh di PHK di dalam negeri tetapi kok mengimport ribuan buruh dari Cina dan digaji besar, Bangkitlah Indonesiaku!” serunya. Diharapkan pula, satu orang bertindak lebih baik dari 100 orang yang berkomitmen dan sering berkomentar. “Saat ini kan orang kita lebih seneng jadi antek asing/aseng, tidak mau mandiri dan lebih bangga menjadi proxy nya asing dan aseng, kita lihat satu keluarga saja sudah tidak kompak, nah tugas kita sekarang untuk menyadarkan mereka,” pungkasnya. (Red)




























