Pelecehan Simbol Negara Merebak, MPR: Lampu Merah Buat Kita

Pelecehan Simbol Negara Merebak, MPR: Lampu Merah Buat Kita
Semarang, Obsessionnews - Merebaknya penghinaan terhadap simbol negara membuat Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) angkat bicara. Ketua MPR, Zulkifli Hasan menyatakan banyak anak muda Indonesia sudah tidak mengerti makna dari Pancasila. "Anak muda kita mulai melecehkan simbol-simbol negara para pahlawan. Jadi sesungguhnya lampu merah buat kita," kata dia dalam sosialisasi 4 pilar kebangsaan di kampus Unimus, Senin (9/5/2016). Menurutnya, selama 18 tahun reformasi, bangsa Indonesia mulai kehilangan roh kebangsaan dan cinta tanah air. Pihaknya pun tengah berkoordinasi dengan pemerintah untuk memberikan solusi atas kondisi darurat wawasan kebangsaan. "Saya sudah diskusi. Kami pimpinan MPR dan presiden, perlu sosialisasi wawasan kebangsaan secara massif seperti dulu, tetapi metodenya disesuaikan dengan perkembangan zaman," jelasnya. Pembuatan lembaga khusus wawasan kebangsaan seperti di masa lalu dikatakan Zulkifli perlu. Jika pada masa pemerintahan Soeharto memiliki lembaga Manggala BP7, maka di masa sekarang juga wajib dibentuk lembaga serupa, namun dengan pembenahan. "Harus ada lembaga lagi yang menangani. Presiden sudah setuju. Tinggal lembaganya nanti apa akan dibicarakan lebih lanjut," terang dia. Sehingga, ia berharap seluruh stakeholder di Indonesia, mulai dari Kementerian, TNI-Polri segers melaksanakan sosialisasi empat pilar kebangsaan, baik di lingkungan sendiri maupun masyarakat. Sosialisasi ini sendiri sudah dilakukan di 15 kampus. Usai sosialisasi, MPR akan mengadakan public hearing dengan pakar hukum tata negara guna merumuskan Haluan Negara. "Tahapan-tahapan itu nanti bulan 10 atau 11 sudah bisa dirumuskan, sudah bisa didiskusikan dengan anggota MPR, fraksi-fraksi dan kelompok DPD," ujar dia. "Tahun 2018 nanti kita tanyakan kepada rakyat apakah ini bisa dilanjutkan seperti apa gimana, apakah bisa dilanjutkan dengan 1/3 anggota MPR didukung 2/3 dan seterusnya. Jadi nanti tahapannya nanti sudah ada hasil haluan negara seperti apa," tandasnya. (Yusuf IH)