Juventus Terlena, Allegri 'Ngamuk'

Roma - Pelatih Juventus, Massimiliano Allegri, marah besar setelah anak asuhnya kalah dari Hellas Verona di Marc'Antonio Bentegodi dalam lanjutan Serie A Italia Giornata 37, Minggu (8/5). Allegri menilai, I Bianconeri menampilkan performa yang sangat buruk dalam laga tersebut. Menurut Allegri, Juventus terlena usai memastikan Scudetto hingga akhirnya takluk di tangan Verona. Juventus tertinggal dua gol lebih dulu melalui Luca Toni (43) dan Federico Viviani (51). Gol Paulo Dybala pada injury time tidak mampu menghindarkan Juventus dari kekalahan 2-1 di markas Verona. Hasil buruk ini sejatinya tidak mempengaruhi Juventus yang telah memastikan diri tampil sebagai juara Serie A musim 2015/16. Akan tetapi, Allegri tidak bisa menerima permainan buruk timnya. "Kekalahan ini tidak bisa diterima dan tidak seharusnya terjadi jika bukan karena sikap kami di lapangan," keluh Allegri, seperti dilansir Mediaset Premium. "Verona menampilkan perforoma yang sangat baik dan intens, tetapi kami tidak demikian. Kami harus mengambil sisi positif dari laga ini karena harus menegakkan kepala kami seperti seharusnya." "Itu penampilan yang minim gairah, konsentrasi dan fokus. Kami melakukan beberapa kesalahan teknis, sering kehilangan bola dan tidak kompak." "Sangat disayangkan kami kalah setelah 26 laga (tidak terkalahkan) karena kami ingin mengakhiri musim ini sebaik mungkin. Kami harus menang atas Sampdoria pada Sabtu depan, kemudian menghadapi final Coppa Italia melawan AC Milan." "Kekalahan hanya berharga jika itu membuat tim belajar dari kesalahan. Mungkin kami terlena dengan selebrasi (juara musim ini). Cukup selebrasinya sekarang. Kami harus menegakkan kepala saat bertandingan, sebaliknya kami berisiko kalah ketika tampil di final (Coppa Italia) tanpa sikap yang tepat." "Kami nyaris kalah dari Carpi Minggu lalu, hari ini kami mengalaminya, tetapi setidaknya itu membangunkan kami. Verona memiliki determinasi tinggi dan kami tidak demikian, jadi wajar jika kami kalah." "Kami bisa tampil lebih baik, itu jelas. Itu juga bukan performa terbaik dari Paulo Dybala karena dia kurang bugar setelah absen dalam beberapa laga dan sering kehilangan bola," paparnya. (goal.com)





























