Akibat e-Katalog, Serapan APBN di KKP Baru 9%

Akibat e-Katalog, Serapan APBN di KKP Baru 9%
Jakarta, Obsessionnews - Anggaran di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dari APBN 2016 Rp10,9 Triliun, baru terserap 8-9%. Salah satu penyebabnya, lantaran tender pengadaan barang dan jasa kini menggunakan e-katolog. Sehingga banyak yang belum paham. “Tapi fenomena ini juga terjadi di hampir semua kementerian, sejak diberlakukannya e-katalog. Jadi, serapannya 8-9%‎ dari anggaran KKP sekarang masih rendah,” kata Sekjen KKP Sjarief, seperti dilansir laman Kementerian KKP RI, Jumat (6/5/2016). baca juga:KKP-Pemprov Harus Komunikasi Soal ReklamasiMenteri Susi Ingin KKP jadi Leading Sector Dari 8-9% anggaran yang telah terserap, 80% di antaranya digelontorkan untuk belanja masyarakat melalui mekanisme pengadaan barang/jasa, sementara 20% untuk biaya rutin KKP seperti pembayaran gaji pegawai dan biaya operasional. “Semua anggaran yang sudah proses, berjalan lewat e-katalog dan sebagainya. Sebagian besar lelang sudah terlaksana,” imbuh Sjarief. Dia meminta agar rendahnya serapan anggaran KKP jangan dikaitkan dengan realisasi fisik, karena dengan sistem e-katalog, proyek dapat dikerjakan lebih dulu dan pembayarannya belakangan. Sjarief tak mempermasalahkan penyerapan anggaran rendah, yang penting pada akhir tahun semua program dan kegiatan berjalan normal. Ia bahkan yakin dengan sistem yang dijalankan saar ini, KKP dapat menghemat anggaran, namun tanpa mengurangi output. “Belanjannya tetap, tapi harga dipotong. Misalnya, kalau pengambilan langsung dari pabrik, jangan pakai agen, dan seterusnya,” ujarnya. Sjarief menambahkan, anggaran KKP 2016 telah dipangkas Rp2,9 triliun, Dari Rp13,8 triliun jadi Rp10,9 triliun, karena dianggap banyak program dan kegiatan yang tidak penting dan pemerintah menginginkan penghematan.  @reza_indrayana