Akan Diaudit BPK, Dana Bergulir Diingatkan Tak Diselewengkan

Denpasar, Obsessionnews - Direktur Utama, Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM), Kemas Danial berbicara amat lantang dalam pertemuan dengan Ketua Koperasi Pasar Kumbasari, dan Koperasi Pedagang Pasar Kamboja, serta sejumlah perwakilan pedagang. Kemas menekankan betul bahwa bantuan dana bergulir harus sesuai dengan proposal, dan jangan sampai ada tindakan penyelewengan, serta ketidakmerataan. Sebab, nantinya sewaktu-waktu dana tersebut bisa di audit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. Kemas mengatakan hal itu, terkait dengan LPDB memberikan bantuan pinjaman dana bergulir senilai Rp 12 miliar untuk pedagang korban kebakaran hebat Pasar Badung, Bali. Dana yang bersumber dari APBN tersebut telah ditransfer sejak Rabu (4/5/2016), sebelum nantinya akan disalurkan ke pedagang. "Karena kalau disalahgunakan, bapak kena saya juga kena. Lebih bagus saya marahi Pak Ketua (Ketua Koperasi yeng bertanggung jawab atas dana tersebut) sekarang, daripada nanti bermasalah. Sekarang, yang terpenting adalah dana ini dapat terdistribusi dengan baik. Sehingga tidak ada riak-riak, keributan dan lain sebagainya gara-gara adanya pembagian yang tidak merata. Itu intinya," kata Kemas Danial di Denpasar, Jumat (6/5/2016). Ditekankan oleh Kemas bahwa apa yang diajukan dalam proposal LPDB tersebut, niatnya adalah membantu para pedagang yang kesusahan. Itu sebabnya, Kemas berkali-kali menekankan agar jangan sampai nanti ada pedagang yang mengalami kerugian besar malah mendapat pinjaman kecil, atau sebaliknya. Sebetulnya, lanjut Kemas, bantuan pinjaman dana bergulir yang diberikan adalah sebesar Rp 24 miliar. Hanya saja, saat ini baru bisa direalisasikan setengahnya. Berdasarkan data yang dibacakan Kemas Danial, pedagang Pasar Badung yang baru terdaftar sebagai penerima dana tersebut baru 108 orang pedagang dari 1.258 pedagang yang diajukan. Dari Rp 12 miliar yang ditransfer, Rp 7,5 miliar dipertanggungjawabkan oleh Koperasi Kumbasari dan Rp 4,5 miliar dipertanggungjawabkan oleh Koperasi Kamboja. Suku bunga yang bakal dikenakan pihak LPDB-KUMKM kepada dua koperasi tersebut sebesar 0,125 persen per bulan. Sedangkan, suku bunga yang dikenakan dari pihak koperasi kepada para pedagang yakni sebesar 0,4 persen per bulan. Suku bunga tersebut, kata Kemas Danial, sudah termurah di wilayah Bali. "Mungkin sekitar 0,4 persen per bulan (bunga untuk pedagang). Itu jauh lebih kecil daripada KUR, dan segala macam itu. Memang itu manfaatnya. Toh kalau untung juga kan Koperasinya buat anggota," ujar Kemas, sembari mengatakan nantinya apabila semua uang sudah dicairkan dengan benar, pihaknya bakal mengecek, dan setelah itu barulah bisa diajukan kembali. Selain itu, Kemas Danial juga menekankan agar pihak Koperasi tatkala mengalami masalah ke depan agar jangan lari tanggungjawab. Ia berharap semua hal disampaikan secara apa adanya sehingga bisa dicarikan solusi terbaik. "Karena saya tahu karakter pedagang-pedagang ini disemua tempat sama. Dan saya sudah pengalaman betul. Makanya saya harap, nanti Bapak ibu jujur saja," pungkasnya. Ketua Koperasi Kumbasari, AA Suma Widana mengatakan, pihaknya bakal mencairkan dana tersebut mulai Senin pekan depan. Teknis pencairan dana tersebut, kata dia, sesuai dengan tata cara peminjaman di koperasi. "Dan harus ada rekomendasi dari Kepala Pasar," kata Gung Suma Widana. Dalam pertemuan bersama itu, hadir juga sebagai saksi, perwakilan dari Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kota Denpasar, Ketua Koperasi Kamboja, Dirut PD Pasar Kota Denpasar, dan beberapa pedagang pasar Badung yang terkena musibah. (Has)





























