Gladian DIY dari Yogya untuk Indonesia

Gladian DIY dari Yogya untuk Indonesia
Berkembangnya kegiatan alam bebas saat ini mendorong para penggiat alam untuk membangun persepsi tentang standardisasi keilmuan kepencintalaman. Dibutuhkan sebuah wahana diskusi sekaligus latihan bersama semua pecinta alam. Menyadari pentingnya hal tersebut, Sekretariat Bersama (Sekber) Perhimpunan Pecinta Alam ( PPA) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar Gladian DIY pada 08-13 Mei 2016 di tiga kabupaten di DIY . “Gladian berasal dari kata ‘gladi’ bahasa Jawa yang artinya ‘latihan’, sehingga Gladian DIY bisa diartikan ‘ajang latihan’ bagi para pecinta alam untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kemampuan dalam bidang kepecintaalaman dan kegiatan alam bebas. Gladian DIY juga berperan sebagai wahana silaturahmi dan berbagi pengetahuan antar perkumpulan pecinta alam khususnya di Yogyakarta,” ungkap ketua pelaksana Gladian DIY Aan Luki Saputra. Aan menambahkan tak hanya alam bebas, Gladian DIY juga akan membahas lingkungan, ekowisata, dan hakekat kepencintaalaman yang semakin masa ke masa tergerus eksistensinya. “Pecinta alam, masih adakah?” ujar Aan. Banyak paradoks yang sudah digambarkan dari masa ke masa tentang kepecintaalaman itu. Mulai dari kalimat-kalimat kasar anarkis, sampai yang mendayu dalam senandung yang indah. Bagaimana Rita Rubby Hartland menggugat keberadaan para pendaki gunung yang identik dengan pencinta alam di dalam lagu Kepada Alam dan Pecintanya. “Lewat Gladian DIY kita menyatakan sikap dan  melakukan tindakan nyata dalam hal petualangan alam bebas dan meningkatkan kepekaan terhadap masalah lingkungan yang terjadi di DIY khususnya, Indonesia pada umumnya,” tegas Aan. Sekretaris Jenderal (Sekjen) PPA DIY Andy Gunawan berharap melalui acara ini terjalin kebersamaan dan persaudaraan yang erat antar organisasi pecinta alam, mampu menyamakan persepsi ilmu pengetahuan khususnya dalam bidang kepecintaalaman “Mampu mengaplikasikan teknik yang menjadi standar keamanan (safety procedure) kegiatan alam terbuka dalam bidang kepecintaalaman,” ujar Andy. Lantas apa saja kegiatan di Gladian DIY? Gladian DIY akan  menggear seminar nasional pada 8 Mei 2016 di Auditorium Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Yayasan Keluarga Pahlawan Negara (STIM YKPN) yang mengusung tema "Peran Pecinta Alam bagi Lingkungan dan Masyarakat". Terdapat tiga sesi, yakni pertama ‘Lingkungan’ diisi oleh Ir. Wiratno, M.Sc (Direktur Penyiapan Kawasan Perhutanan Sosial Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan), Halik Sandera (Direktur Walhi  Yogyakarta), Direktur Keanekaragam Hayati (Kehati) Indonesia. Kedua, ‘Ekowisata dan Wisata Petualang’, hadir sebagai pembicara Cahyo Alkantana (Staf Ahli kementrian Pariwisata Bidang Percepatan Wisata Petualang, Professional Caving;Diving, Cave Diving and Chinemaphotography, Doktor Marine Biology dari Royal University London) dan Riyanni Djangkaru (ex presenter Jejak Petualang, Co-founder dan CEO PT Divemag Indonesia, Founder and Campaign Director Savesharks Indonesia). Ketiga sesi ‘Kepecintaalaman’ Pecinta Alam Masih Adakah ? yang akan membahas tentang reorientasi pencinta alam  masa kini,  dan  dampak kehadiran pecinta alam dalam  tatanan kehidupan  masayarakat. Di sisi lain problematika dan  peminat menjadi seorang pecinta alam khususnya Mapala pada masa sekarang  mulai menurun. Sehingga ada kekhawatiran  tergerusnya eksistensi Mapala, dan hal ini perlu disikapi untuk merevitalisasi  pemahaman tentang  pencinta alam. Menghadirkan Zamry Khusaini/Mak Aby (Madawirna, Sekjen Sekber PPA DIY ke-3, Pencetus Temu Wicara Kenal Medan TWKM), Ahmad Zamroni (Gegama, Sekjen PPA DIY ke-9, Photo Editor Forbes Magazine Indonesia), Irawan Prasetyadi (Mapagama, Wakil Bupati Temanggung), Cahyo Alkantana (Palawa, Sekjen PPA DIY ke-7). Sedangkan pada  9-13 Mei 2016 akan dihelat simulasi lapangan sesuai dengan 5 divisi yang ada di Sekber PPA DIY, yakni Gunung Hutan dan SAR mengusung konsep ‘Mountain Rescue’ berlokasi di Lereng Selatan Gunung Merapi, Kabupaten Sleman. Peserta akan diajak latihan bersama ESAR gunung hutan. Konservasi mengadakan mini riset untuk mengenal keanekaragaman hayati, sosial masyarakat  dan pendidikan lingkungan Telaga Jonge, Gunung Kidul, Kabupaten Gunung Kidul. Panjat tebing berkonsep ‘Rock Trip’, selain berlatih panjat tebing bersama dan dokumentasi jalur tebing, juga diadakan kegiatan pengabdian masyarakat sekitar Tebing Pantai Siung, Kabupaten Gunung Kidul. Susur goa berkonsep We & Kars, serangkaian kegiatan menarik akan dihelat, yakni Museum Visit, Field Trip, dan Susur Gua di kawasan karst Gunung Sewu, Gunung Kidul. Arung jeram berkonsep ‘Water Rescue’ yang diisi kegiatan latihan bersama dan penangangan kecelakaan air di Sungai Progo Bawah, Kabupaten Magelang. Sebagai acara penutup yaitu Forum Gladian dan Temu Kangen Pecinta Alam se-DIY yang akan dilaksanakan pada 14 Mei 2016 bertempat di Karang  Pramuka, Kaliurang. Gladian DIY didukung oleh Liquid Star, Arus progo, Eiger,  Waroeng Grup, Jansport, Lingga Bangkel, Keluarga Pencinta Alam DIY, seluruh keluarga besar Sekber PPA DIY lintas generasi. Sekber PPA DIY Sekber PPA DIY adalah forum bagi Organisasi Pencinta Alam (OPA) se-DIY yang dibentuk sejak tahun 1977 dan berfungsi sebagai media Informasi, komunikasi dan koordinasi yang terpadu dalam bersama2 berkiprah sebagai pencinta alam. Hal ini dapat dilihat dari sifat dan batas wewenang terhadap perhimpunan ialah komunikatif non instruktif. Oleh karenanya struktur organisasinya berupa Presidium dengan satu badan bekerja yang dipimpin oleh seorang sekjen. (Gia)